Skip to content
Senatus Sinar Bunda Karmel Malang
  • Home
  • Tentang
    • Sejarah Legio
    • Sejarah Senatus Malang
    • Perwira Senatus
  • Updates/Events
  • Buletin Senatus
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • 2020
  • Doa Legio
    • Tessera
    • Doa Beatifikasi
    • Doa Rosario
      • Cara Berdoa Rosario
      • Peristiwa Gembira
      • Peristiwa Sedih
      • Peristiwa Terang
      • Peristiwa Mulia
    • Doa Malaikat Tuhan
    • Novena 3x Salam Maria
    • Novena Medali Wasiat
  • Tokoh Legio
  • Pengumuman
Close Button
EXPLORE

Tokoh Legio

Pastor Michael Toher

Pastor Creedon, Frank Duff, dan Pastor Toher tampak dalam foto ini, yang menampilkan para tokoh yang berperan penting dalam pendirian dan perkembangan Legio Maria. Pastor Toher hadir dalam pertemuan pertama Legio Maria.

John Duff

Ayah dari Frank Duff

Susan Frehill

Ibu dari Frank Duff

Saint Vincent de Paul Society/ SSV

Perhimpunan Santo Vincent de Paul (SVP) adalah organisasi awam Katolik internasional yang didirikan pada tahun 1833 di Paris oleh Beato Frédéric Ozanam untuk melayani kaum miskin dan terpinggirkan melalui kontak pribadi, dari orang ke orang

Santo Louis-Marie Grignion de Montfort

Louis-Marie Grignion de Montfort, SMM, adalah seorang imam Katolik Prancis yang dikenal karena pengaruhnya terhadap mariologi Katolik. Ia menulis sejumlah buku yang kemudian menjadi karya klasik dalam tradisi Katolik, termasuk *Rahasia Rosario* dan *Devosi Sejati kepada Maria*, serta memberikan pengaruh kepada beberapa paus.

Vincent Kelly

Tokoh yang memberi penjelasan mengenai Buku Bakti Sejati.

Alice Keogh

Tokoh yang melakukan penataan ruang pertemuan Legio Maria. Saat itu, di atas meja ada patung Bunda Maria Tak Bernoda dengan bunga dan lilin di sekitarnya, sama persis dengan penataan altar pertemuan Legio saat ini, hanya saja belum ada veksilum.

John Kirwin

Suami dari Elisabeth Kirwin yang bekerja sebagai seorang penyala lampu jalanan.

Elisabeth Kirwan

Elizabeth Kirwan, yang kelak menjadi ketua presidium pertama Legio Mariae dan kemudian menjabat sebagai ketua Concilium Legionis. Ibu Kirwan adalah seorang sukarelawan yang sangat tekun, dan tak lama kemudian salah seorang anggota Saint Vincent de Paul mengundangnya untuk bergabung sebagai anggota Asosiasi Pioneer.

Mgr. Donald McIntosh, Uskup Agung Glasgow (Skotlandia)

Salah satu peristiwa penting dalam penyebaran Legio Mariae di luar Irlandia adalah izin yang diberikan Uskup Agung Donald Mackintosh agar Legio Mariae dapat hadir di Glasgow. Sejak saat itu, Legio Mariae berkembang ke banyak negara di dunia.

Kardinal Bourne (London)

Francis Alphonsus Bourne (1861–1935) adalah seorang prelatus Katolik Roma Inggris terkemuka yang menjabat sebagai Uskup Agung Westminster keempat dari tahun 1903 hingga kematiannya.

Kardinal Marchetti- Selvaggiani

Menjelang akhir tahun 1930, Kardinal Marchetti-Selvaggiani mengundang Frank Duff (pendiri Legio Mariae) ke Roma untuk mempresentasikan dan menjelaskan tentang gerakan Legio Mariae.

Paus Pius XI

Paus Pius XI memberikan restu dan dukungan penuh terhadap Legio Maria, sebuah organisasi kerasulan awam Katolik yang didirikan di Dublin, Irlandia, pada 7 September 1921. Pada tahun 1931, Paus Pius XI memuji karya kerasulan ini, menyebutnya sebagai "nama pilihan yang sempurna" dan mendukung penyebarannya ke seluruh dunia.

Uskup Charles Helmings

Pemimpin Rohani Pertama Senatus Amerika.

P. Roger Charest, SMM

Selama menjabat sebagai Editor, dan kemudian sebagai Managing Editor, Pastor Roger Charest menulis banyak artikel untuk The Queen.

P. James Moynagh

Uskup James Moynagh, S.P.S. (1903–1985) adalah seorang imam misionaris asal Irlandia yang dikenal luas sebagai tokoh yang membawa Legio Mariae ke Afrika. Kegiatannya sebagai anggota St. Patrick's Missionary Society (Kiltegan Fathers) berujung pada pendirian cabang Legio Mariae pertama di benua Afrika, tepatnya di Nigeria, pada tahun 1933.

Michael Engkeng

Michael Ekeng adalah presiden pertama Legio Maria di Afrika. Ia bekerja tanpa lelah dalam mendirikan lebih dari seratus lima puluh praesidium di Nigeria. Ia wafat pada tahun 1958, namun sebelumnya telah menorehkan banyak prestasi luar biasa bagi Legio Maria dan menerima penghargaan dari Uskup Ogoja, Nigeria, Pastor T. McGettrick.

Mgr. McGetterick, Uskup Ogoja

Uskup yang mengakui dedikasi dari P. James Moynagh dan Michael Engkeng kepada Gereja dan Legio Maria.

Edel Quinn

Yang Terhormat Edel Quinn (1907–1944) adalah seorang misionaris awam Irlandia yang pionir dan anggota terkemuka Legio Maria (Legion of Mary). Ia dikenal luas karena upaya heroiknya dalam mendirikan Legio Maria di seluruh Afrika Timur dan Tengah, meskipun menderita tuberkulosis stadium akhir.

Mgr. Hefferman, Uskup di Zanzibar, Afrika Timur

Uskup yang mengirim Edel Quinn atas tugas Concilium untuk menjadi misionaris awam (perempuan) di Afrika.

Uskup Agung Manila, Mgr. O’Dougherty (30 Juli 1874 – 14 Oktober 1949)

Yang Mulia Uskup Agung Michael J. O’Doherty (1874–1949) adalah Uskup Agung Manila ke-27 dan dikenal sebagai sosok yang memperkenalkan Legio Mariae ke Filipina.

Pater Bradshaw

Penulis Buku Biografi Frank Duff.

Paus Paulus VI (26 September 1897 – 6 Agustus 1978)

Paus Paulus VI memiliki hubungan erat dengan Legio Maria, terutama melalui dukungannya terhadap karya kerasulan awam. Ia mengundang pendiri Legio Maria, Frank Duff, sebagai pengamat awam dalam Konsili Vatikan II pada tahun 1965, sebuah momen penting yang mengakui peran Legio dalam Gereja. Paus Paulus VI juga memuji dedikasi Legio Maria dalam kerasulan dan doa.

Paus Yohanes Paulus II (18 Mei 1920 – 2 April 2005)

Paus Yohanes Paulus II sangat mengagumi Legio Maria sebagai gerakan kerasulan awam yang dinamis, berakar pada devosi Maria yang kuat, dan vital dalam membela iman. Ia memuji metode kerasulan mereka yang menyatukan pelayanan dengan semangat Maria, serta mendukung perannya dalam evangelisasi di tengah tantangan sekularisasi. Paus Yohanes Paulus II tercatat setidaknya dua kali mengundang Frank Duff, pendiri Legio Maria, secara pribadi selama masa kepausannya.

Francis Michael "Frank" Duff
(7 Juni 1889 – 7 November 1980)

Pendiri Legio Maria

Frank Duff lahir di Dublin tanggal 7 Juni 1889 sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara pasangan suami istri John Duff dan Susan Frehill dengan nama asli Francis Michael Duff. Pada umur 18 tahun dia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Sebagai seorang yang sangat dikenal sebagai jagoan matematika, masa depannya pasti sangat cerah di departemen yang basah itu. Namun dalam usia 24 tahun dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius  (SVP=Saint Vincent de Paul Society) yang kemudian sungguh-sungguh mengubah hidupnya.

Sejak masa mudanya, Frank Duff merupakan seorang katolik yang saleh. Dia menjalankan 10 perintah Allah, hadir misa secara teratur, dam juga berdevosi kepada Bunda Maria. Namun dia tidak mempunyai pemahaman yang memadai tentang dasar-dasar devosi kepasa Bunda Maria dan juga tidak sungguh-sungguh mempunyai pehatian dan minat terhadap peran Maria dalam rencana penyelamatan Allah. Namun tahun 1918 dia menemukan buku Bakti Sejati karya Santo Louis Marie de Montfort. Baginya, tahun itu merupakan tahun rahmat Allah.

Saat itu, Anggota SSV semakin banyak maka mereka memutuskan untuk membaginya menjadi dua dan salah satu kelompok bermarkas di Myra-House dengan ketuanya Frank Duff. Pastor Paroki setempat, yaitu Pater Michael Toher ikut bergabung dalam kelompok itu. Dalam kelompoknya, Frank Duff selalu menyertakan pembahasan buku Bakti Sejati dalam setiap pertemuan bulanan SSV dan para anggota terlibat dalam diskusi yang hangat dan antusias. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengagendakan waktu khusus untuk membahas buku Bakti Sejati dan ajaran Santo Louis de Montfort. Rencana itu terlaksana dengan baik dan mendapat tanggapan yang antusias dari para hadirin.

Dalam pertemuan SSV berikutnya, seorang anggota memberikan laporan yang menarik tentang kunjungannya di Rumah Sakit Dublin. Pada saat itu, tugas kunjungan ke rumah sakit itu hanya dilakukan oleh laki-laki. Sesudah pertemuan itu, dua wanita mendekati Frank Duff dan Pastor Michael Toher, untuk menanyakan apakah wanita juga boleh mengambil bagian dalam kunjungan ke rumah sakit? Permintaan para wanita itu mendapat restu dari Frank Duff dan Micahel Toher dan kedua laki-laki itu meminta kalau bisa menarik beberapa wanita lainnya untuk bergabung. Lalu mereka berjanji untuk bertemu (membahas kegiatan para wanita itu di rumah sakit) tgl 7 September jam 8 malam. Pada waktu yang telah ditentukan, berkumpullah 13 wanita yang mayoritas gadis muda, Pastor Michael Toher dan Frank Duff. Tak seorang pun yang sadar bahwa hari yang mereka tentukan adalah malam menjelang Pesta Kelahiran Bunda Maria.

Hal yang terindah atau boleh dikatakan paling membanggakan dari kehidupan Frank adalah ketika dia diundang sebagai peserta awam dalam Konsili Vatikan II di Roma tahun 1965. Dia secara khusus diundang karena dia merupakan salah satu tokoh awam yang sangat berpengaruh dan berjasa melalui karya Legio Maria di dalam Gereja dan masyarakat. Dalam salah satu sessi diskusi, Frank di perkenalkan oleh Kardinal Heenan dari Inggris di hadapan 2500 uskup dari seluruh dunia. Dalam pertemuan pribadinya dengan Paus Paulus VI tgl 11 Desember 1965, Sri Paus berkata: “Tuan Duff, saya ingin berterima kasih kepadamu atas pelayananmu untuk Gereja dan ingin menyatakan penghargaan saya atas segala yang telah dilakukan Legio Mariae. Tahun 1979 Frank masih mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II atas undangan Sri Paus ke Vatican. Dan akhirnya dia mengembuskan nafas terakhirnya tgl 7 November 1981 dalam usia 91 tahun.

Artikel Terbaru

  • SUKACITA, ANTUSIAS, ASPRESIASI DAN SELEBRASI (SAAS): INSPIRASI MARIAL LEGIONER SENATUS SINAR BUNDA KARMEL MALANG
  • Sharing Mengenai Karya-Karya Legio dalam Masyarakat
  • Orang Muda Katolik (OMK), Kenapa Harus Jadi Legioner?

Tentang Website

  • E-book Buku Pegangan Legio Maria
  • Format Laporan
  • Dokumentasi

Menu Cepat

  • Home
  • Tokoh Legio
  • Updates/ Events

Hubungi Kami

  • it.senatusmalang@gmail.com
  • @senatus.malang
  • Senatus Sinar Bunda Karmel Malang

© 2020 - 2026 Senatus Sinar Bunda Karmel Malang. By Themespride