Tag Archives: Novena ke-5 Menyongsong Yubileum 100 Tahun Legio Maria Komisium Hati Tersuci Maria Manado – Gereja Paroki St.Yohanes dan Kornelius Lotta

Novena ke-5 Menyongsong Yubileum 100 Tahun Legio Maria Komisium Hati Tersuci Maria Manado – Gereja Paroki St.Yohanes dan Kornelius Lotta

Novena ke- 5 Menyongsong Yubileum 100 Tahun Legio Maria
Komisium Hati Tersuci Maria Manado
Gereja Paroki St.Yohanes dan Kornelius Lotta.
Jumat, 16 April 2021 – Pukul 15.00 Wita.

Tema “ Intensitas Usaha Dalam Pelayanan kepada Maria”


Novena ke-5 Menyongsong yubileum 100 tahun Legio Maria telah dilaksanakan pada hari Jumat 16 April 2021 pukul 15.0 WITa bertempat di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes dan Kornelius Lotta.
Novena yang dirayakan dalam ekaristi tersebut dipimpin oleh Seberan RD Rheinner Saneba sebagai Pemimpin Rohani Komisium Hati Tersuci Maria Manado dan Konselebran RD Alex Sondak, Pemimpin Rohani Kuria 5 Maria Bunga Bakung Madidi. Petugas liturgi dariLegio Orang Muda Kuria 2 Regina Angelorum Manado.
Umat yang hadir mengikuti misa novena mematuhi protokol kesehatan
Pemimpin Rohani Komisium mengajak para legioner untuk merenungkan tema besar “Membawa Maria Kepada Dunia” dan tema Novena bulan ke-5 “Intensitas Usaha Dalam Pelayanan Kepada Maria” intensitas ini mengandaikan bahwa kita memiliki kasih kepada Tuhan dan kepada sesama yang kita dengarkan dalam bacaan pertama, sehingga pelayanan kita kepada Bunda Maria adalah aplikasi atau pernyataan kasih kepada Tuhan yang kita perlihatkan kepada sesama yang kita jumpai. Sehingga mudah-mudahan karya pelayanan kita sebagai Legioner Maria bukan karya yang munafik atau karya yang pura-pura tetapi karya yang menjadi panggilan dan hakekat hidup kristiani kita. Apa lagi kita sudah dimenangkan dalam salib Tuhan yang kita rayakan pada hari-hari besar pada tri hari suci yang berpuncak pada hari Raya Paskah. Maka tadi sesuai dengan semboyan kita “Anak Maria Tak Pernah Hilang, sekali Legioner tetap Legioner” sesuai dengan bacaan Injil ketika melihat orang banyak mudah-mudahan hati kita seperti Yesus tergerak hati oleh belas kasihan, sehingga kita juga menjabarkan ajaran Yesus yaitu, kamu harus memberi mereka makan yang dapat diartikan sebagai orang katolik mudah-mudahan hidup kita seperti bahasa Manado “Nyanda Koncudu” (tidak pelit) melainkan kita memperlihatkan semangat bela rasa kita apa lagi kepada mereka yang berkesusahan..
Seperti di Keuskupan Larantuka yang saat ini dilanda Badai Tropis, mari kita membangun sikap bela rasa untuk
tergerak hati, kita sanggup memberi makan dan aplikasikan dengan ‘Hidup saling berbagi bukan saling merampas,
Hidup saling memberi tidak saling mengurangi’
Maka semoga kita sebagai Legioner Maria adalah orang yang pertama suka tergerak hati oleh belas kasihan, yang kedua rela berbagi, ketiga membangun keberbagian kita sehingga banyak orang disentuh dalam pemberian kasih.
Maka intensitas kita bersama kepada Bunda Maria bukan hanya sekedar tema yang hanya menjadi slogan, tetapi diaplikasikan dalam karya-karya kita setiap hari. Semoga demikian!
Ave Maria….Maria Ave – Maria Ave…Ave Maria
Anak Maria …….. Tak pernah hilang
Sekali Legioner …Tetap Legioner – Sampai …..Akhir

Penulis : Sdri.Merlin (Perwira Kuria 2 OMK/Junior ‘Regina Angelorum’ Manado).
Editor : Wiwik ( Senatus Malang )