Monthly Archives: May 2018

MEMBERIKAN DIRI UNTUK MENJAWAB SAPAAN TUHAN

Penulis  artikel, Ety (saya) dan Sdri. Novi  memenuhi undangan seminar dari IGNITE THE WORLD MINISTRIES pada tanggan 24-25 April 2018. Acara tersebut bertempat di aula GKI Peniel Kotaraja. Saya hendak berbagi dengan rekan-rekan legioner tentang apa yang saya dapatkan dalam seminar tersebut, dengan harapan artikel ini bermanfaat bagi pelayanan kita sebagai seorang tentara, prajurit Bunda Maria.

 

Seminar tentang Pelayanan Menyalakan Dunia dengan pembicara  Mr..Mike Maksimowitch dan Mr. Jerry, mereka adalah warganegara USA.

Dalam seminar ini kita diajarkan  bagaimana kita bisa mendorong, menginspirasi,dan melatih Penyala Keimanan kita sebagai Hamba Tuhan, Pewarta dan kaum awam. Sebagaimana kita yang telah mempunyai panggilan dan keinginan yang besar untuk melayani jiwa-jiwa.

 

Seminar yang kami ikuti ini, saya rasa ada hubungannya dengan Legio Maria yang salah satu tujuannya adalah memperluas kerajaan Allah.

Kerajaan Allah bisa di perkenalkan dengan banyak cara, di antaranya adalah  dengan penginjilan, pelayanan di bidang pastoral, kerasulan dan kemasyarakatan.

Inti dari seminar yang saya tangkap adalah bagaimana kita menghormati Tuhan, menunjukan integritas, menghargai orang-orang yang kita cintai, pembentukan kemitraan dan mengubah pola piker serta kebiasaan buruk dalam masyarakat.

 

Saat kita mulai melakukan suatu pekerjaan akan ada banyak  tujuan.dan berbagai kepentingan, ada yang ikut meramaikan suasana, untuk mencari popularitas dan  sekedar cari perhatian, ada pula yang dengan sungguh-sungguh melakukannya dengan sepenuh hati tanpa pamrih.

Pertanyaannya adalah siapakah yang dengan  sungguh-sungguh memiliki niat untuk melakukan pekerjaan Tuhan  dan menjawab panggilanNya dengan kalimat “Ya Tuhan Aku siap menjadi alat-Mu”.

Sebenarnya, setiap orang dipanggil Tuhan untuk menjadi alat-Nya dengan segala kelemahan  kita. Tergantung pada bagaimana kita untuk menanggapi  panggilan tersebut.

 

Apabila kita dipilih Tuhan untuk melakukan kehendakNya, jangan pernah merasa takut bahwa kita tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut,  yakin dan percayalah Yesus sendiri yg akan mengajar kita dan menuntun kita bagaimana kita melakukan pekerjaan Tuhan itu.

Kita akan mengalami banyak masalah jika kita menuruti kehendak sendiri, namun jika kita mengikuti kehendak Tuhan dan menyerahkan diri untuk di bimbing oleh Roh Kudus, maka semuanya akan berjalan sesuai yang dikehendaki Tuhan.

 

Sampai di sini saya teringat tema tahbisan imam baru, Pater Gaspar Bhala,Ofm ketika menyampaikan ucapan syukur di Sentani kemarin malam. “RancanganKu Bukanlah Rancanganmu”

Kita tidak pernah tahu apa yg Tuhan kehendaki dari kita, sampai kita membiarkan Tuhan melakukan apa yang yang jadi kehendakNya atas diri  kita. Kita hanya perlu menanggapi panggilan Tuhan dengan kata “Ya”

Harapan besar dari Tuhan kita menjawab panggilan Tuhan dengan memulai dari hal-hal yang kecil, tidak perlu langsung melakukan hal yang besar.

Jika kita bersedia melakukan pekerjaan Tuhan, kita tidak harus mempunyai sesuatu yang besar cukup dengan  memiliki iman , dengan iman Tuhan akan memampukan kita melakukan pekerjaan yang lebih besar.

 

Untuk itu maka kita harus menyiapkan diri  membuat rencana, menanggapi panggilan Tuhan .

Tuhan mengutus kita untuk pergi berdua-dua agar saling menguatkan. Kita bekerja dengan roh, komitmen dan kesetiaan yang sama dengan tidak memandang suku, bahasa dan budaya. Hal inilah yang dapat membangun tim dalam penginjilan dan karya kerasulan.

Seorang prajurit yang sedang berjuang dia tidak akan memikirkan dirinya dengan persoalan dalam kehidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

 

Dalam hal ini legio Mariae pun demikian.pula supaya kita sebagai  prajurit Maria berkenan, tunduk dan patuh kepada panglima legio yaitu Bunda Maria.

 

Dalam pelayanan kita harus senantiasa menanamkan sifat disiplin, dedikasi dan sabar, sehingga jadilah setia.

 

Ketika kita belajar, mengetahui tentang injil dan pewarta serta bagaimana cara kita menyembuhkan orang lain, kita juga harus dapat berbagi kepada orang lain (tentang pemuridan). Hal ini  tidak akan mudah,tapi Tuhan akan membuat kita kuat,dan Tuhan akan menyediakan berkat bagi kita sehingga pekerjaan kita bagi Tuhan tidak ada yang sia-sia.

 

Gereja yang di bawa dan di perkenalkan oleh para misionaris, tidak berubah dalam hal karya dan bagaimana membangun umat untuk terus bertambah. Para misionaris berkarya dengan menginjili dan juga sebagai pendoa.

Gereja yang tidak melatih umat untuk menginjili,  mewartakan dan melatih umat untuk keluar dari lingkup Gereja itu akan  menyebabkan karya yang hanya menghasilkan kemandulan dan tidak berkembang.

 

Bagaimana dengan kita sebagai legioner?

Sebagai seorang legioner kita menerjakan hal-hal yang juga dikerjakan oleh orang lain. Dalam buku pegangan trdapat bagaimana kita menambah anggota dengan mencari anggota baru baik aktif maupun auksilier, namun perlu diperhatikan bahwa Legio Maria lebih memperhatikan kualitas daripada kuantitas. Dalam hal ini jumlah sedikit lebih baik dan system berjalan sesuai dengan yang terdapat pada buku pegangan, daripada jumlah banyak namun system tidak dapat dijalankan dengan baik.

 

Ave Maria….

Penulis Ety Buwani May

Editor Wiwik M

ACIES LEGIO MARIA KURIA MARIA ANGELORUM BELIMBING MALANG

Kuria Maria Angelorum Malang beserta presidium asuhan telah menyelenggarakan pembaharuan janji legioner, atau yang dikenal dengan istilah Acies.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 15 April 2018 bertempat di gereja Katolik Paroki Ratu Rosari, Ksatrian Malang.
Misa dipersembahkan oleh PR kuria yaitu RD Fransiskus Gabriel Aryodiwarno, dan konselebran RP Ludovikus Fake, SVD.
Dalam homilinya Rm Frans berpesan agar kita sebagai legioner harus disiplin, setia dan taat pada sistem, serta senantiasa membagikan senyum kepada umat yang di sapa. Senyum seorang legioner.
Ave Maria
(Wiwik)