Monthly Archives: May 2017

Ziarah Akbar Legio Maria Ke Gua Maria Tubaki – Betun – Malaka

Ziarah merupakan salah satu tindakan konkrit untuk memanifestasikan iman Katolik dalam ranah publik (maksudnya secara terbuka, dihadapan umum). Dalam sebuah perjalanan ziarah, kita secara terbuka menyatakan iman kita bahwa kehidupan kita di dunia ini sesungguhnya merupakan suatu proses peziarahan menuju ke tanah air surgawi, yang merupakan persinggahan akhir dalam hidup kita, selain itu ziarah juga merupakan ungkapan nyata akan iman kita bahwa “Yang Ilahi telah masuk ke ruang dan waktu manusia”.

Ziarah menjadi suatu kerinduan para Legioner untuk senantiasa mengunjungi Gua-Gua Maria yang ada di wilayah daratan Timor.  Kecintaan dan penghormatan kita akan Bunda Maria membuat kita sebagai umat Katolik rindu untuk mengunjungi Gua Maria. Pada awalnya Ziarah menjadi Program Tahunan Regia Maria Diangkat Ke Surga Kupang berlangsung sampai tahun 2015. Pelaksanaan Ziarah biasanya ditetapkan pada bulan Maria yaitu bulan Mei setiap tahunnya. Namun karena membutuhkan banyak biaya, waktu dan tenaga dari Komisium tuan rumah, maka pada evaluasi Ziarah dalam rapat Regia pada bulan Juni 2015 disepakati untuk mengadakan Ziarah Akbar Legio Maria dua tahun sekali. Dewan Regia memberikan kesempatan kepada Komisium tuan rumah untuk bekerjasama dengan pihak Gereja setempat (Dekenat) maupun Pemerintah Daerah setempat. Dalam rapat evaluasi pada bulan Juni 2015 yang lalu disepakati Ziarah tahun 2017 dilaksanakan di Gua Maria Tubaki – Betun – Kabupaten Malaka. Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Oleh karena itu, pada tanggal 24 – 25 Mei 2017 yang lalu para anggota  Legio Maria Regia Maria Diangkat Ke Surga Kupang mengadakan perjalanan panjang dengan mengunjungi Gua Maria yang berada di dalam wilayah Betun – Kabupaten Malaka. Ziarah akbar ini diikuti oleh peziarah anggota Legio Maria sedaratan Timor, Sumba dan Alor asuhan Regia Maria Diangkat Ke Surga Kupang yang meliputi 9 (sembilan) Komisium dan yang ada di wilayah Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetabula – Sumba dan Keuskupan Atambua. Komisium yang berada dalam wilayah Keuskupan Agung Kupang yaitu Komisium Maria Immaculata Noelbaki dan Komisium Mater Dolorosa SoE, sedangkan Komisium yang berada dalam wilayah Keuskupan Atambua yaitu Komisium Regina Angelorum Atambua, Komisium Ratu Para Bangsa Tukuneno, Komisium Mater Salvatoris Atambua, Komisium Virgo Virginum Nela, Komisium Maria Fatima Betun – Malaka, dan Komisium Perawan Yang Amat Bijaksana Naesleu-Kefamenanu. Para peziarah juga berasala dari Kuria-Kuria dalam kota Kupang sebanyak 9 (sembilan) Kuria antara lain Kuria Ratu Para Saksi Iman, Kuria Reinha Rosari, Kuria Mempelai Tersuci Allah Roh Kudus, Kuria Rumah Kencana, Kuria Mater Beatissima, Kuria Perawan Termulia, Kuria Ave Bintang Laut, Kuria Maria Assumpta dan Kuria Mater Inviolata serta 1 Kuria Luar Kota yaitu Kuria Bejana Rohani Kalabahi – Alor. Selain itu peziarah juga berasal dari 4 (empat) Presidia Tergabung Langsung pada Regia Kupang yaitu : Presidium Pertolongan Orang Kristen, Presidium Bunda Rahmat Ilahi, Presidium Bunda Penuh Belas Kasih dan Presidium Bunda Penolong Abadi. Semuanya itu berada dalam wilayah kerja Regia Maria Diangkat Ke Surga Kupang. Total peziarah sebanyak 15.136 orang. Memang sangat luar biasa jumlahnya karena pada ziarah tahun 2015 yang lalu jumlah peziarah sekitar 8000 orang saja, kali ini hampir 2x lipat jumlahnya. Makna dibalik itu semua bahwa para Legioner rindu untuk mengunjungi Gua-Gua Maria di daratan Timor ini selain menjalin persahabatan dari para Legioner untuk semua Dewan.

 

Hari Rabu, 24 Mei 2017

 

Sesuai kesepakatan untuk Legioner Kota Kupang semua berkumpul di pelataran Gereja St. Yosef Naikoten tempat Pemimpin Rohani Regia Kupang bertugas tepat pukul 06.00 Wita. Tepat pukul 6.45 WITA kami berdoa dulu yang dipimpin oleh Pater Dagobertus Sota Ringgi, SVD dan memberikan berkat bagi seluruh Legioner juga kendaraan yang dipakai oleh semua peziarah. Jumlah kendaraan untuk kota Kupang sebanyak 16 bis dan 14 kendaraan pribadi.  Tepat pukul 07.00 WITA rombongan peziarah Legio Maria se-kota Kupang berangkat menuju Betun. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan. Urutan mobil rombongan peziarah terdiri dari : Paling depan mobil Forader, kemudian diikuti bis peziarah dari Kuria Bejana Rohani Alor, disusul mobil Pemimpin Rohani Regia, lalu mobil 2 (dua) Pemimpin Rohani yakni dari Kuria Rumah Kencana dan Kuria Maria Assumpta, disusul mobil Ketua Regia diikuti mobil pribadi dari Kuria-Kuria dan Presidium-Presidium, selanjutnya diikuti bis dari Kuria Ratu Para Saksi Iman berjumlah 2 (dua) bis, Kuria Reinha Rosari berjumlah 2 (dua) bis, Kuria Mempelai Tersuci Allah Roh Kudus berjumlah 2 (dua) bis, Kuria Rumah Kencana – Penfui berjumlah 3 (tiga) bis, Kuria Mater Beatissima – Sikumana berjumlah 1 (satu) bis, Kuria Perawan Termulia – Tofa berjumlah 2 (dua) bis, Kuria Ave Bintang Laut dengan 2 (dua) bis, Kuria Maria Assumpta berjumlah 2 (dua) bis. Jumlah kendaraan seluruhnya adalah 14 (empat belas) buah mobil pribadi dan 16 (enam belas) bis. Tiba di Noelbaki, rombongan bergabung dengan Komisium Maria Immaculata yang terdiri dari 2 (dua) bis. Rombongan terus berarak menuju Camplong sebagai tempat perhentian pertama menjemput rombongan peziarah Camplong.

Kami tiba di Rumah Makan Singgalang di daerah Niki-Niki wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sekitar jam 09.30 WITA. Namun sesuai kesepakatan dalam rapat tempat ini tidak dijadikan persinggahan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Rombongan terus bergerak ke timur menuju tujuan ziarah yakni Kefamenanu. Tepat jam 12.00 WITA peziarah tiba di Paroki Sta. Theresia Kefamenanu. Perwira Regia bersama dengan Pemimpin Rohani dan Polantas dari POLDA NTT singgah makan di Dekenat Kefamenanu. Rombongan semakin besar terus bergerak menuju Halilulik Kabupaten Belu. Tiba di Halilulik sekitar jam 14.00 WITA rombongan terus bergerak ke arah  Wemer disusul peziarah dari 4 (empat) Komisium sekitar Atambua yaitu Komisium Virgo Virginum Nela, Komisium Regina Angelorum Atambua, Komisium Ratu Para bangsa Tukuneno dan Komisium Mater Salvatoris Atambua.

Rombongan peziarah Regia Kupang dijemput dengan tarian Likurai yang dibawakan oleh para siswa dan rombongan penjemput dengan ratusan motor di Wemer. Acara penjemputan tersebut sangat luar biasa. Selanjutnya rombongan kendaraan yang berjumlah total 348 kendaraan roda empat yang terdiri dari 210 bis, 122 pick up dan 16 mobil pribadi diarak menuju Gereja Paroki Sta. Maria Fatima – Betun. Rombongan tiba jam 16.20 WITA diterima dengan acara adat Malaka dengan pengalungan selendang kepada semua Pemimpin Rohani, Perwira Regia dan Ketua-ketua dari 9 Komisium, 10 Kuria dan 4 Presidia Tergabung langsung pada Regia. Secara pribadi kami sangat terharu karena suasana tersebut. Terimakasih.

Selanjutnya semua peziarah diarak menuju Aula Paroki untuk istirahat sejenak sambil mengikuti upacara penerimaan secara resmi dengan adat Malaka. Setelah itu dilanjutkan dengan Doa Tessera yang dipimpin oleh Pater Dagobertus Sota Ringgi, SVD dan Lima Puluhan Doa Rosario Suci dipimpin oleh Ketua Regia, Catena berlagu dibawakan oleh Pemimpin Rohani Regia selanjutnya diakhiri dengan Doa Penutup dari Tessera yang dibawakan oleh Pemimpin Rohani Regia. Acara penerimaan dan Doa Tessera selesai, selanjutnya peziarah diantar ke masing-masing tempat penginapan. Penginapan untuk semua peziarah ditempatkan di sekolah-sekolah sekitar Paroki, sedangkan untuk para Pemimpin Rohani menginap di penginapan Dekenat. Sementara itu para suster nginap di susteran SSpS di samping Dekenat. Begitu rapi persiapan panitia ziarah. Terimakasih.

Selanjutnya semua peziarah kembali ke Aula tepat pukul 20.30 WITA untuk mendengar renungan malam yang dibawakan oleh Pemimpin Rohani Regia Kupang dan berakhir jam 21.30 WITA. Begitu semangat Pater pemberi renungan malam tersebut. Walaupun letih, lelah kami semua tetap semangat sampai renungan berakhir.

Setelah acara renungan selesai dilanjutkan dengan Tuguran/Adorasi semalam suntuk yang dimulai tepat jam 22.00 WITA. Adorasi dimulai dari para perwira Regia dan 4 Presidia tergabung langsung pada Regia. Adorasi dilaksanakan di ruangan samping Gereja yang ditata sedemikian rupa dengan pentahtaan Sakramen Maha Kudus. Setelah Regia disusul oleh Komisium dan Kuria secara bergilir yang berlangsung sampai jam 06.00 WITA.

Gua Maria Lourdes – Tubaki letaknya di kota Betun Kabupaten Malaka (Kabupaten baru yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Belu). Gua ini letaknya kurang lebih 2.5 km dari pusat Paroki Sta. Maria Fatima. Letaknya di ketinggian dengan banyaknya pohon yang menambah rindangnya sekiar Gua Maria tersebut. Gua Maria ini juga menghubungkan dengan stasi-stasi Jalan Salib yang begitu indah dan bersih. Sangat indah dengan  ketinggian yang memukau para peziarah karena dibentuk sedemikian rupa sehingga begitu indah dan pemandangannya memang benar-benar indah sehingga menambah indahnya alam Betun di pagi itu.

“Hidup manusia ibarat peziarahan. Ada kalanya kita gembira, ada kalanya berat, susah, sedih. Perjalanan ziarah selama 2 hari yang cukup melelahkan ini telah memberikan gambaran bahwa hidup kita di dunia ini adalah ziarah”. “Ziarah ini juga telah memberikan berkat. Dalam ziarah kita mendoakan orang-orang yang titip doa pada kita. Inilah berkat rohani. Akhirnya kami bersyukur kepada-Nya karena memperoleh pengalaman baru selama ziarah ini. Melalui ziarah, hendaknya kita semakin mencintai Bunda Maria, terlebih kita semakin beriman kepada Tuhan.

 

Hari Kamis, 25 Mei 2017

 

Tepat pukul 06.00 WITA Adorasi selesai. Sakramen Maha Kudus diarak dan diantar kembali ke dalam Gereja. Suasana pagi yang dingin tetap membuat kami semangat.

Selanjutnya kami kembali ke penginapan masing-masing untuk sarapan dan bersiap-siap untuk mengikuti perarakan patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus yang didesain begitu bagus dengan salib Yesus di bagian atas dan Bunda Maria di bagian bawahnya. Prosesi perarakan dimulai tepat pukul 09.00 WITA yang dipimpin oleh wakil ketua Regia yakni Sdr. Johanes B.C. da Silva yang memberi komando dari dalam mobil. Selanjutnya semua peziarah secara berkelompok mendaraskan doa Rosario dan nyanyian pujian kepada Bunda Maria yang dimulai dari depan Gereja sampai tiba di Gua Maria Lourdes – Tubaki. Tiba di Gua Maria tepat jam 09.50 WITA dan istirahat sejenak yang selanjutnya tepat pukul 10.00 WITA perayaan puncak Misa Pesta Kenaikan Tuhan Yesus  yang dipimpin oleh Romo Edmundus Sako, Pr sebagai Selebran utama dengan jumlah Pastor Konselebran sebanyak 25 orang. Para Pastor terdiri dari 17 Pastor Paroki dari wilayah Dekenat Malaka dan 8 Pastor Pemimpin Rohani Legio Maria. Terasa sangat meriah. Peziarah yang hadir saat itu berjumlah 15. 136 orang memenuhi semua tempat yang ada di sekitar Gua Maria tersebut. Jauh lebih banyak dibandingkan ziarah serupa di Biara SVD Noemeto – Kefamenanu dua tahun lalu. Selesai misa dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia oleh Bpk. Drs. Petrus Bria Seran, MM dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang didahului oleh Ketua Regia, Romo Deken yang mewakili Uskup Atambua dan terakhir Bupati Malaka.

Dalam sambutannya Ketua Regia menyampaikan sekilas pilihan Gua Maria Lourdes Tubaki – Betun – Malaka ini yaitu berdasarkan kesepakatan bersama pada rapat Regia Juni 2015 yang lalu setelah ziarah akbar di biara SVD Noemeto – Kefamenanu.  Dalam rapat evaluasi bulan Juni dua tahun yang lalu yakni tahun 2015 setelah pelaksanaan ziarah akbar di Biara SVD Noemeto – Kefamenanu disepakati pelaksanaan Ziarah Akbar sebaiknya dua tahun sekali mengingat segala-galanya yang serba akbar yakni menyangkut manusianya yang sangat besar jumlahnya, biaya pengeluaran untuk konsumsi dll, maka disepakati pelaksanaan Ziarah dari tahunan menjadi dua tahunan dan langsung disepakati pelaksanaannya dengan metetapkan lokasi ziarah bulan Mei 2017 di Gua Maria Tubaki – Betun – Malaka. Kepanitiaan sudah terbentuk sejak bulan Nopember 2016 yang lalu yang aksinya mulai ditunjukkan sejak Januari 2017. Tema Ziarah Akbar adalah “BERSAMA BUNDA MARIA BINTANG EVANGELISASI KITA MEMBANGUN RASUL MUDA LEGIONER MENYONGSONG ASIAN YOUTH DAY (AYD)”.

Dalam sambutannya Ketua Regia menyampaikan tema Ziarah Akbar kali ini yaitu bertitik-tolak dari rekomendasi Senatus Sinar Bunda Karmel Malang pada saat Konferensi Nasional Legio Maria di Tomohon – Sulawesi Utara pada 9-11 September 2016 yang lalu dimana salah satu rekomendasinya yaitu untuk terus merekrut dan mengajak sebanyak mungkin kaum muda untuk masuk menjadi anggota Legio maria karena dalam diri merekalah masa depan Gereja dan bangsa.

Selanjutnya Romo Deken juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Legio Maria mengunjungi Gua Maria Lourdes Tubaki. Demikian juga Bupati Malaka Bpk. dr. Stef Bria Seran mengucapkan terimakasih atas kepercayaan sehingga dipilihnya Gua Lourdes Tubaki sebagai tempat Ziarah. Beliau berharap dengan Ziarah Legio Maria ini bisa mendatangkan berkat melimpah bagi Kabupaten Malaka dan beliau berharap pada dua tahun mendatang Ziarah Akbar tetap dilaksanakan di Gua Maria Tubaki.

Setelah acara sambutan selesai Misa ditutup dengan berkat dimana semua Pastor Konselebran memberikan tumpangan tangan  untuk berkat bagi semua peziarah yang mengikuti Misa Ziarah tersebut.

Selesai perayaan Misa Kenaikan, kemudian para peziarah dijamu makan siang oleh PEMDA Kabupaten Malaka di rumah jabatan Bupati Malaka.

Selesai makan siang, maka seluruh peziarah dari Kota Kupang, SoE dan Kefamenanu serta Atambua bersama pak Polantas dari POLDA NTT menuju Motamasin wilayah perbatasan RI – Timor Leste. Selesai foto bersama sepuasnya, kami tetap dikawal oleh POLDA NTT kembali ke tempat kami masing-masing. Dengan kembalinya kami ke daerah masing-masing, maka berakhirlah sudah rangkaian acara ziarah akbar tersebut. Kami semua mengucapkan sayonara Ray Malaka.

Hari yang sangat melelahkan, namun sungguh sangat berkesan. Ziarah rohani ini sungguh membuat kami semakin mengasihi Bunda Maria dan mencintai Tuhan Yesus melalui tugas dan pelayanan kepada sesama yang menderita. Amin. (ROS)

LAMPIRAN ZIARAH REGIA MDKS KUPANG #1

LAMPIRAN ZIARAH REGIA MDKS KUPANG #2

 

 

 

ACIES Legio Maria Kuria Maria Angelorum Malang

“ACIES” Legio Maria Kuria Maria Angelorum Malang telah menyelenggarakan Acies pada hari Minggu 23 April 2017 bertempat di Paroki St Albertus de Trapani Belimbing. Acies dirayakan dalam Ekaristi kudus yang dipersembahkan oleh Pemimpin Rohani Kuria yaitu RD Franciscus Gabriel Aryodiwarno di dampingi Fr. Hendrique De Jesus, CDD. Acara diikuti oleh Legioner yang tergabung pada Kuria Maria Angelorum terdiri dari 9 presidium senior dan 1 presidium yunior. Selesai  acara dilanjutkan dengan ramah tamah untuk lebih saling mengenal dan mengakrabkan antar legioner.