WEBINAR DALAM RANGKA HUT SENATUS KE-60 TAHUN

     Masih dalam menantikan suasana HUT ke-60 tahun Senatus Malang pada hari Kamis 13 Juni 2024, Senatus Sinar Bunda Karmel Malang mengadakan Webinar bersama RP. Gregorius Pasi, SMM selaku Pemimpin Rohani Senatus Sinar Bunda Karmel Malang, Perintis kelompok Kaum Muda OMM. Via media zoom dengan peserta legioner dari beberapa daerah tidak terbatas di Malang Saja.

Zoominar mengambil tema dengan judul ”BERGEGAS MERASUL BERSAMA BUNDA MARIA” artinya kita optimis, membuka peluang peluang baru untuk karya Kerasulan kita. Orang yang dipakai oleh Tuhan itu tidak pernah berdiam diri, akan selalu aktif dan selalu bergerak, Terinspirasi dari Injil (Lukas 1:39-45) yang menjiwai tema mensyukuri Senatus Sinar Bunda Karmel Malang.

Perjalanan Maria untuk menjumpai Elisabeth adalah perjalanan membawa Kristus itu sendiri, nampaknya bagi Bunda Maria kehadiran Yesus didalam dirinya mendorong dia untuk pergi menjumpai saudarinya. Hakikat dari kerasulan itu membawa sesama kepada Kristus atau membawa Kristus kepada sesama, dengan demikian orang pada akhirnya mengalami karya penebusan Yesus Kristus.

Hari demi hari Maria berusaha memahami perihal anak yang dikandungnya,salah satu memahaminya adalah Ia berangkat mengunjungi Elisabeth, dan rupanya perjumpaan mengunjungi Elisabeth itu tidak hanya menyucikan anak dalam rahim Elisabeth tetapi semakin memahami panggilannya sebagai Ibu Tuhan. Kunjungan itu adalah pewartaan, sederhananya Kerasulan legioner ini adalah membawa Kristus kepada sesama Kita semakin diteguhkan merasul, melalui karya kerasulan iman kita diteguhkan, berkembang memahami iman, memami apa yang menjadi tugas dan perutusan kita. Kita harus bergegas merasul bersama Maria.

Paus Pius Ke-10 pernah mengajukan pertanyaan dalam suatu kesempatan pertemuan dengan para Kardinal ’’Apa yang dibutuhkan Gereja pada zaman sekarang untuk menyelamatkan masyarakat?”

  1. Mendirikan Sekolah-Sekolah Katolik nampaknya bukan
  2. Melipatgandakan jumlah Gereja nampaknya bukan

Yang dibutuhkan dalam dewasa ini adalah agar setiap Paroki kita mempunyai Kelompok umat Awam yang berbudi luhur yang diberi pencerahan, bertekad bulat yang sungguh sungguh merasul disetiap Paroki nah itu yang dibutuhkan.

Kaum awam beriman senantiasa berada pada garis terdepan kehidupan Gereja, bagi mereka Gereja merupakan titik tolak untuk menjiwai Masyarakat. Kalau umpanya mereka yang berada di garis depan di Kehidupan gereja ini malah diam, maka mau gimana Gereja kita tidak hidup. Bukan hanya tentang menjadi milik Gereja, melainkan tentang menjadi Gereja.

Kenapa bergegas merasul? Karena Kesejahteraan sebuah jemaat Katolik bergantung pada Kehadiran kelompok besar orang yang mau merasul, orang yang berstatus awam namun memiliki cara pandang seperti seorang Imam.

Jangan menitip Cinta untuk Allah kepada orang lain, berikan cinta itu secara langsung jangan menyuruh orang lain untuk mengungkapkan cinta itu. Gunakan potensi yang kita miliki untuk mengungkapkan cinta itu, itulah sebabnya kita dikatakan sebagai anggota dari tubuh. Kaki tidak bisa mengatakan ke tangan, tangan kamu berfungsi sebagai kaki tidak bisa dikatakan seperti itu.

Legioner itu seperti jantung! Sederhana sekali kamu mengajak teman mengajak misa berarti kamu berfungsi sebagai jantung karena membawa Kristus yang menghidupkan orang itu. Kita dipanggil untuk menjadi seperti Maria menjadi anggota tubuh yang adalah jantung, agar dengan karya kerasulan kita Rahmat Tuhan bisa sampai kepada sesama. Kristus sebagai kepala bergantung kepada anggota tubuhnya, begitu luar biasanya Tuhan memperlakukan kita, Ia mau menggunakan kita baik yang kudus maupun yang tidak. Berharap agar kita berfungsi benar benar sebagai anggota.

Apa yang khas dalam kerasulan legioner? Letaknya pada spiritnya, spirit itu dapat dilihat dari Tujuan legio maria yaitu Kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah ini dicapai melalui pengudusan anggotanya kekudusan anggotanya dicapai melalui kegiatan Rohani, dan juga kerasulan.

Dua hal ini membantu kita berkembang melalui pengudusan, karena pengudusan ini berkembang melalui sakramen pembaptisan itu namanya kekudusan dasar. Apa itu kekudusan? Menjadi serupa dengan Yesus, beberapa hal sering disampaikan bahwa jika kita mati, ya kita harus mengetuk pintu surga dan ada pertanyaan dari dalam ”Anda Siapa?” Jawabannya adalah Yesus, maka pintu itu akan terbuka, karena yang dapat memasuki Kerajaan surga itu hanyalah Yesus.  Maka hari-hari kita didunia ini adalah berusaha untuk berkembang hari demi hari menjadi serupa dengan Yesus, agar pada akhirnya ketika kita mati kita benar-benar serupa dengan Kristus.

Legio Maria melihat tugas itu sebagai tugas keibuan Maria

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *