Sejarah singkat Legio Maria Presidium Mahasiswa Bintang Timur Landung Landungsari

 

Presidium Mahasiswa Bintang Timur Landungsari merupakan presidium yang telah lama terbentuk. Presidium ini berada diwilayah sepuluh (X) yaitu di lingkungan St. .Bonifasius dan St. Maria Magdalena Paroki Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel Katedral Malang. Pendiri utama Legio Maria di wilayah X ini adalah bapak A.Y Surono dengan nama Presidium Bintang Timur Landungsari, sebelumnya presidium ini dipimpin oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang asli dari lingkungan tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu presidium ini berubah nama menjadi Legio Maria Presidium Mahasiswa Bintang Timur Landungsari.

Nama ini diambil sebagai langkah awal untuk menyesuaikan dengan anggota yang ada karena  semuanya rata-rata mahasiswa sebagai anggotanya. Yang harus diketahui bahwa saat ini anggota presidium ini berasal dari luar daerah dan bisa dikatakan warga/orang yang asli dari lingkungan tersebut sudah tidak ada lagi yang menjadi anggotanya selain dari asisten pemimpin rohaninya yaitu bapak A.Y Surono..

Berkembangnya dunia pendidikan menyebabkan banyak mahasiswa dari luar daerah yang datang dan berdomisili sementara di wilayah X tersebut. Untuk mengisi waktu luang selama kuliah banyak mahasiswa yang masuk Legio untuk berdoa bersama, baik didalam Legio itu sendiri maupun berdoa lingkungan dengan warga di wilayah tersebut. Dengan kehadiran Legio Maria di wilayah  X khususnya dilingkungan St. Bonifasius dan St. Maria Magdalena sangat memberikan dampak yang positif bagi lingkungan. Khususnya dalam membantu tugas di kapel menjadi lektor, anggota koor dan tugas lain yang berkaitan dengan tugas gereja..

Seiring berjalannya waktu anggota legio pun semakin bertambah setiap tahunnya. Karena setiap rapat selalu ditekankan kepada anggotanya untuk terus mencari dan membawa anggota baru agar Legio Maria bisa terus berkembang dan bersyukur bisa mendapat anggota baru untuk regenerasi selanjutnya.

Berkat bantuan dan doa perantaraan Bapa FRANK DUFF akhirnya Legio Maria presidium mahasiswa Bintang Timur Landungsari bisa mendapatkan banyak anggota baru. Presidium ini memiliki anggota sebanyak 36 ( tiga puluh enam ) orang. Pada waktu rapat tidak semua anggota bisa hadir karena berbagai kendala yang memang menjadi masalah utama yaitu karena kesibukan dengan tugas kuliah. Walaupun demikian rapat anggota tetap bisa diteruskan, mengingat jumlah anggota yang semakin banyak dan rapat bisa dipastikan tidak berjalan dengan hikmat dan sesuai dengan waktu yang disarankan dalam buku pegangan itu maka dilakukan pemekaran presidium menjadi dua dan pembentukan satu Pra presidium baru.

Presidium yang baru dibentuk diberi nama Presidium Mahasiswa “Ratu Para Rasul”. Presidium ini beranggotakan lima belas anggota dan perwiranya empat orang. Dengan Asisten Pemimpin Rohani Awam yaitu bapak A.Y. Surono.

Sedangkan presidium yang lama yaitu presidium mahasiswa Bintang Timur beranggotakan empat belas anggota dan perwiranya ada empat. Rapat tetap dilakukan pada waktu dan jam yang sama dan akan berjalan seperti biasa. Dengan Asisten Pemimpin Rohaninya tetap yaitu frater Delfinus Dhobu, CP dari Biara Pasionis Bt. Pio Campidelli-Malang. Presidium yang lama juga akan terus mengikuti perkembangan presidium yang baru dengan memberikan arahan dan pendampingan agar bisa sama-sama berjalan dan rapat bisa terlaksanan dengan baik.

Untuk memberikan semangat kepada semua anggota legio maka dilakukan pendampingan setiap minggu, dan juga diberikan pembinaan setiap minggu ketiga oleh Bapak A.Y. Surono, dengan mengacu kepada buku pegangan Legio Maria. Pembinaan dan pendampingan dilaksanakan setelah rapat presidium selesai dan dalam pembinaan tersebut dua presidium akan digabung menjadi satu.

Untuk meyakinkan bahwa presidium Mahasiswa Bintang Timur Landungsari layak untuk dimekarkan menjadi dua presidium, maka pada tanggal 26 November 2017 Presidium Mahasiswa Bintang Timur Landungsari mengundang Senatus “Sinar Bunda Karmel” Malang Indonesia yang diwakili oleh Ibu Wiwik dan Bruder Benediktus Handoyo ALMA untuk mengunjungi presidium Bintang Timur. Dengan agenda melihat, menilai dan memberikan arahan serta masukan untuk pra presidium yang baru yaitu Presidum Mahasiswa Ratu Para Rasul sebelum di ajukan dan disahkan pada rapat senatus yang akan datang.

Semoga kehadiran dari senatus pada rapat tanggal 26 November 2017 dapat memberikan dampak yang positif bagi presidium kami baik presidium yang lama maupun pra presidium yang baru dibentuk. Dengan harapan apa yang telah diberikan senatus melalui saran dan masukan bisa memotivasi presidium kami untuk terus semangat menjalankan tugas dan tanggungjawab dalam rapat rutin presidium setiap minggu dan tugas pelayanan sebagai tentara Maria. Besar harapan kami agar Senatus “Sinar Bunda Karmel” Malang Indonesia bersedia untuk memberikan kesempatan kepada pra presidium baru yaitu Pra Presidium Mahasiswa “Ratu Para Rasul” untuk dibentuk dan di sahkan sebagai presidium baru sebagai pemekaran dari presidium lama yaitu Presidium Mahasiswa Bintang Timur Landungsari.

Kami menyadari masih banyak kekurangan, untuk itu kami mohon saran dan masukan serta bimbingan dari Senatus “Sinar Bunda Karmel” Malang Indonesia untuk presidium kami agar dalam perjalanannya dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada presidium kami.

 

Penulis adalah DIDI ( Wakil Ketua Presidium Bintang Timur Landungsari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *