Frank Duff

Kehidupan Awal

Frank_DuffFrank Duff lahir di Dublin tanggal 7 Juni 1889 sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara pasangan suami istri John Duff dan Susan Frehill dengan nama asli Francis Michael Duff. Pada umur 18 tahun dia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Sebagai seorang yang sangat dikenal sebagai jagoan matematika, masa depannya pasti sangat cerah di departemen yang basah itu. Namun dalam usia 24 tahun dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius (SVP=Saint Vincent de Paul Society) yang kemudian sungguh-sungguh mengubah hidupnya.[2]

Frank Duff dan Bakti Sejati

Sejak masa mudanya, Frank Duff merupakan seorang katolik yang saleh. Dia menjalankan 10 perintah Allah, hadir misa secara teratur, dam juga berdevosi kepada Bunda Maria. Namun dia tidak mempunyai pemahaman yang memadai tentang dasar-dasar devosi kepasa Bunda Maria dan juga tidak sungguh-sungguh mempunyai pehatian dan minat terhadap peran Maria dalam rencana penyelamatan Allah. Namun tahun 1918 dia menemukan buku Bakti Sejati karya St.Louis Marie de Montfort. Baginya, tahun itu merupakan tahun rahmat Allah.

Frank Duff dan Lahirnya Legio Maria

Saat itu, Anggota SSV semakin banyak maka mereka memutuskan untuk membaginya menjadi dua dan salah satu kelompok bermarkas di Myra-House dengan ketuanya Frank Duff. Pastor Paroki setempat, yaitu Pater Michael Toher ikut bergabung dalam kelompok itu. Dalam kelompoknya, Frank Duff selalu menyertakan pembahasan buku Bakti Sejati dalam setiap pertemuan bulanan SSV dan para anggota terlibat dalam diskusi yang hangat dan antusias. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengagendakan waktu khusus untuk membahas buku Bakti Sejati dan ajaran St. Montfort. Rencana itu terlaksana dengan baik dan mendapat tanggapan yang antusias dari para hadirin.

Dalam pertemuan SSV berikutnya, seorang anggota memberikan laporan yang menarik tentang kunjungannya di Rumah Sakit Dublin. Pada saat itu, tugas kunjungan ke rumah sakit itu hanya dilakukan oleh laki-laki. Sesudah pertemuan itu, dua wanita mendekati Frank Duff dan Pastor Michael Toher, untuk menanyakan apakah wanita juga boleh mengambil bagian dalam kunjungan ke rumah sakit? Permintaan para wanita itu mendapat restu dari Frank Duff dan Micahel Toher dan kedua laki-laki itu meminta kalau bisa menarik beberapa wanita lainnya untuk bergabung. Lalu mereka berjanji untuk bertemu (membahas kegiatan para wanita itu di rumah sakit) tgl 7 September jam 8 malam. Pada waktu yang telah ditentukan, berkumpullah 13 wanita yang mayoritas gadis muda, Pastor Michael Toher dan Frank Duff. Tak seorang pun yang sadar bahwa hari yang mereka tentukan adalah malam menjelang Pesta Kelahiran Bunda Maria.

Akhir Hidup Frank Duff

Hal yang terindah atau boleh dikatakan paling membanggakan dari kehidupan Frank adalah ketika dia diundang sebagai peserta awam dalam Konsili Vatikan II di Roma tahun 1965. Dia secara khusus diundang karena dia merupakan salah satu tokoh awam yang sangat berpengaruh dan berjasa melalui karya Legio Maria di dalam Gereja dan masyarakat. Dalam salah satu sessi diskusi, Frank di perkenalkan oleh Kardinal Heenan dari Inggris di hadapan 2500 uskup dari seluruh dunia. Dalam pertemuan pribadinya dengan Paus Paulus VI tgl 11 Desember 1965, Sri Paus berkata: “Tuan Duff, saya ingin berterima kasih kepadamu atas pelayananmu untuk Gereja dan ingin menyatakan penghargaan saya atas segala yang telah dilakukan Legio Mariae. Tahun 1979 Frank masih mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II atas undangan Sri Paus ke Vatican. Dan akhirnya dia mengembuskan nafas terakhirnya tgl 7 November 1981 dalam usia 91 tahun.

Penggelaran Nama Kudus

Pada bulan Juli 1996, proses Penyelidikan untuk Penggelaran Nama Kudus diperkenalkan oleh Uskup Agung Dublin; Kardinal Desmond Connell.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *