ZIARAH AKBAR LEGIO MARIA KE GUA MARIA WELIURAI – HALIWEN – ATAMBUA

Pengalaman terbaru untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan di Tanah Belu terjadi pada Ziarah Akbar di Gua Maria Weliurai – Haliwen – Atambua Kabupaten Belu pada tanggal 29-30 Mei 2019 beberapa hari yang lalu.

Sudah hampir 22 tahun penyelenggaraan Ziarah Akbar Regia Kupang dimulai sejak tahun 1997 yang saat itu masih berstatus Komisium Kupang sudah menyelenggarakan Ziarah Akbar Legio Maria di Dili Timor-Timur saat itu jumlah peziarah 300 orang dan sejak saat itu menjadi program tahunan. Namun seiring bertambahnya anggota dan dengan pertimbangan akan menjadi beban yang sangat besar bagi Dewan Komisium yang menjadi tuan rumah, maka sejak tahun 2015 saat Ziarah Akbar di Gua Maria Noemeto Kefamenanu akhirnya disepakati Ziarah Akbar dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Sudah terealisir dengan Ziarah Akbar di Gua Maria Lourdes Tubaki Betun Malaka 2 tahun lalu dan saat ini kita berziarah di tempat ini dengan jumlah peziarah bersama umat Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen sekitar 10.000 orang serta merayakan pesta Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus putera Bunda Maria Panglima kita.

Data anggota Legio Maria seluruhnya untuk 3 wilayah Keuskupan sebanyak 15.218 orang, namun karena berbagai halangan makanya tidak semua bisa ikut ziarah kali ini, walaupun 2 tahun lalu jumlah peziarah 15.000 orang yang ikut ziarah bersama umat di Gua Maria Tubaki-Betun Kabupaten Malaka.

Apa makna ziarah dan pentingnya dalam menunjang penghayatan hidup iman kita ? Banyak dan sering dalam praktek ziarah umat Katolik hanya terhenti pada devosi dan melupakan tujuan yang sebenarnya yaitu Yesus yang merupakan tujuan akhir dari bentuk devosi dan perziarahan hidup manusia. Fenomena yang berkembang saat ini adalah ziarah menjadi suatu trend dan sekedar tour wisata. Dampaknya mendorong Gereja paroki untuk berlomba membuka tempat ziarah baru. Disisi lain mendorong biro perjalanan untuk menawarkan ziarah rohani ketempat suci baik, didalam maupun ke luar negeri.

Ziarah yang dilakukan merupakan bentuk ungkapan penghayatan iman. Ziarah tidak menunjukkan apakah seseorang itu lebih Katolik daripada yang lain, sebab ukuran menjadi murid Kristus adalah mengamalkan ajaran cinta kasih. Dengan berziarah manusia bisa mengungkapkan iman melalui penghormatan dan pujian kepada Bunda Maria, meskipun ada beberapa bentuk devosi yang lain misalnya; Novena, doa rosario, Litani, dsb. Tidak dipungkiri umat bahwa tempat ziarah menjadi alternatif lain yang cocok untuk berkomunikasi melalui doa. Semakin sering suatu tempat dijadikan tempat doa, semakin suasana damai dan tenteram terasa.

Kegiatan Ziarah Akbar ini tidak untuk mencari sensasi, tidak untuk memegahkan diri supaya dilihat dan dipuji orang, tetapi semata-mata ingin menunjukkan betapa dahsyatNya Tuhan kita lewat penghormatan kita kepada Bunda Maria Ratu dan Panglima Legio Maria. Kami sebagai prajuritnya wajib untuk mengenalkan kepada dunia bahwa begitu besar karya Tuhan dalam diri Bunda Maria….jadi tujuan utama Ziarah Akbar ini adalah untuk Memuji dan Memuliakan nama Tuhan…

Tahun ini mengusung tema “Bersama Bunda Maria kita sukseskan Konferensi Nasional Legio Maria Senatus Sinar Bunda Karmel Malang di Kupang” semoga dibawah bimbingan Bunda Maria penyelenggaraan Konfernas dapat berjalan dengan sukses. Selain itu para Legioner dalam melaksanakan tugas-tugas dan karya kerasulan senantiasa merangkul dan terus menjaring anggota-anggota baru terutama bagi para Dewan untuk melibatkan kaum muda dalam mengorganisir Dewan asuhan, sehingga kaum muda kita belajar untuk menjadi pemimpin masa depan.

Apa peranan para anggota Legio Maria di tengah masyarakat dengan segala permasalahan sosial yang ada sekarang ini? Tugas dan karya kami para Legioner tidak saja doa dan karya, tetapi sebagai anggota Legio Maria yang adalah juga bagian dari masyarakat, kami tidak menutup mata melihat masalah2 sosial. Sejak tahun 2015 Regia Kupang sudah menyelenggarakan Sosialisasi tentang berbagai hal seperti Masalah HIV/AIDS, Narkoba dan Human Trafficking, namun ternyata masalah tersebut tetap hangat sampai saat ini bahkan jumlahnya terus meningkat. Peran anggota LM di tengah masyarakat dengan segala permasalahan sosial yang ada sekarang ini yaitu berjuang memerangi problem sosial kemasyarakatan tersebut. Legio Maria selama ini tidak berjalan sendiri tetapi selalu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Program prioritas selanjutnya adalah kepedulian Legio Maria pada kelompok disabilitas atau difabel dan para warga binaan dan anak-anak panti asuhan yang selama ini menjadi tujuan kami melayani. Rasa kepedulian kami terhadap para warga binaan terealisir dengan penandatanganan MoU dengan pihak Kepala Kemenkumham NTT pada 30 Oktober 2018 yang lalu dimana mereka percayakan sepenuhnya pembinaan diserahkan pada Legio Maria.

Harapan kami dari Regia Kupang, mudah-mudahan setelah selesainya Ziarah Akbar ini, maka semakin bertambah jumlah anggota Legio Maria terutama dari simpatisan dan umat yang hadir dalam Ziarah ini.

Besar harapan kami bagi umat dari Paroki St. Yohanes Pemandi dan umat dari Paroki-pihak lain yang turut hadir dalam perayaan puncak Ziarah Akbar ini, supaya jeli dan tanggap atas kunjungan Legio Maria se-Regia Kupang ke ternpat ini; Tidak karena kebetulan tetapi ini rencana Tuhan. Terimalah tawaran cinta Tuhan ini untuk menjadi Rasul awam untuk melakukan karya-karya kerasulan demi kemuiiaan Tuhan dan keselamatan jiwa jiwa, melalui DOA dan KARYA.

Semoga dengan perjalanan ziarah kita ini, kita dapat memaknainya sebagai suatu perjalanan iman kita para Legioner agar :

  • kita semakin mencintai Panglima kita Maria.
  • kita semakin mencintai PuteraNya Yesus Kristus
  • kita semakin mencintai sesama kita melalui tugas pelayanan kita
  • kita semakin rendah hati dan bijaksana dalam mengorganisir organisasi kerasulan ini

Semoga ke depannya Gua Maria Weliurai – Haliwen ini sebagai salah satu destinasi wisata rohani di daratan Timor ini. Semoga ada wadah semacam biro perjalanan untuk paket wisata rohani dengan mengunjungi tempat-tempat Kudus di daratan Timor ini.  Banyak tempat wisata rohani di daratan Timor ini antara lain Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo, Gua Maria Panmolo, Gua Maria OeEkam, Gua Maria Niki-Niki, Gua Maria Bitauni – Kiupukan, Gua Maria Lahurus, Gua Maria Laktutus dan Gua Maria Tubaki – Betun dan terakhir Gua Maria Atapupu.

Tinggal bagaimana kita sebagai umat dan unsur Pemerintah bekerjasama untuk menata dan merawatnya dengan baik, niscaya kita tidak perlu jauh-jauh ke Jawa untuk mengunjungi 9 Gua Maria atau bagi kita umat atau Legioner yang ekonominya pas-pasan tidak perlu wisata rohani luar negeri yaitu paket wisata ke Yerusalem, Fatima atau ke Lourdes karena membutuhkan biaya besar. Karena di tempat ini juga sama seperti di daerah lain karena Bunda Maria yang sama yaitu Bunda Maria ibu Tuhan kita. Makna dibalik itu semua bahwa para Legioner rindu untuk mengunjungi Gua-Gua Maria di daratan Timor ini selain menjalin persahabatan dari para Legioner untuk semua Dewan.

Hari Rabu, 29 Mei 2019

Sekitar pukul 05.30  Wita sudah berjejer 16 (enam belas) mobil pribadi dan 12 (dua belas) bis  yang berisi peziarah dari Kuria-kuria dan Presidia Tergabung dari Kota Kupang. Tepat pukul 07.00 Wita setelah berdoa Ratu Surga dan berkat perjalanan dari RP. Dagobertus Sota Ringgi (Pemimpin Rohani Regia Kupang), semua peziarah berarak menuju menuju ke SoE. Urutan mobil rombongan peziarah terdiri dari : Paling depan mobil Forader (POLDA NTT), kemudian diikuti mobil Pemimpin Rohani Regia dan Kuria-Kuria Kota Kupang, mobil Ketua Regia diikuti mobil pribadi dari para perwira Kuria dan Presidium, selanjutnya diikuti bis dari Kuria-Kuria dalam Kota Kupang.  Tiba di Noelbaki, rombongan bergabung dengan Komisium Maria Immaculata yang terdiri dari 5 (lima) bis dan 1 (satu) mobil pribadi. Rombongan terus berarak menuju Camplong sebagai tempat perhentian pertama menjemput rombongan peziarah Camplong.

Selanjutnya rombongan peziarah menuju SoE dan tiba di Paroki Mater Dolorosa SoE wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sekitar jam 09.30 WITA untuk menjemput peziarah dari Komisium Mater Dolorosa SoE. Rombongan terus bergerak ke timur menuju kota Kefamenanu (Kabupaten Timor Tengah Utara) tiba jam 12.00 Wita. Disini seluruh peziarah makan siang di pelataran Gereja Sta. Theresia Kefamenanu. Tepat jam 13.30 WITA rombongan peziarah bergerak menuju Halilulik Kabupaten Belu sekaligus bersama-sama peziarah dari Komisium Maria Fatima Betun memasuki Kota Atambua menuju lokasi ziarah. Tiba di Kota Atambua sekitar jam 15.15 WITA rombongan terus bergerak menuju Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen dan tiba jam 15.30 WITA. Sesuai kesepakatan dalam rapat Regia rombongan dari Nela dan Tukuneno berangkat duluan sehingga tiba di Haliwen lebih awal dari rombongan Kupang.

Rombongan peziarah Regia Kupang dijemput dengan tarian Likurai yang dibawakan oleh legioner dari Presidium Yunior. Acara penjemputan tersebut sangat luar biasa. Setelah pengalungan selendang kepada para Pemimpin Rohani dan perwira Regia, selanjutnya seluruh rombongan menuju ke tenda dengan nama masing-masing Komisium dan Kuria untuk tempat penginapan. Panitia sudah menyiapkan tenda untuk tempat beristirahat para peziarah walaupun beralaskan tikar.

Selanjutnya semua peziarah dihimbau untuk beristirahat sejenak sebelum mengikuti Doa Tessera dan Renungan Malam. Tepat jam 18.00 WITA Doa Ratu Surga bersama yang dipimpin oleh Sdri. Ketua Regia dan selanjutnya semua peziarah diarahkan menuju gereja lama untuk berdoa Tessera yang dipimpin oleh Sdri. Ketua Regia, Catena berlagu dibawakan oleh Sdri. Bendahara 2 Regia selanjutnya diakhiri dengan Doa Penutup dari Tessera yang dibawakan oleh Sdri. Ketua Regia.

Setelah itu semua peziarah mendengar renungan yang dibawakan oleh RD. Paulus Nahak (Pemimpin Rohani Komisium Regina Angelorum Atambua). Walaupun letih, lelah kami semua tetap semangat sampai renungan berakhir.

Setelah acara renungan selesai dilanjutkan dengan Tuguran/Adorasi semalam suntuk yang dimulai tepat pukul 20.00 WITA dari oleh Regia Kupang bersama Presidium Tergabung. Setiap 1 jam dewan Komisium maupun Kuria mendapat giliran adorasi sampai tepat pukul 06.00 WITA berakhir dengan Doa Ratu Surga.

Hari Kamis, 30 Mei 2019

Tepat pukul 06.00 WITA Adorasi selesai. Suasana pagi yang dingin tetap membuat kami semangat. Selanjutnya kami kembali ke penginapan masing-masing untuk sarapan dan persiapan perarakan menuju Gua Maria Weliurai. Tepat jam 07.00 Wita perarakan para peziarah dimulai dengan doa dan diiringi lagu-lagu Maria. Tempat perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Atambua bersama para Pastor Konselebran yang berjumlah 17 (tujuh belas) orang. Terasa sangat meriah. Diperkirakan simpatisan yang hadir bersama peziarah hampir 1500-an orang. Jumlah peziarah dan simpatisan yang hadir seluruhnya 10.000 orang.

Selesai misa dilanjutkan dengan acara ramah-tamah yang didahului sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Ketua Regia Kupang dilanjutkan oleh Bupati Belu dan terakhir oleh Vikjen Keuskupan Atambua. Setelah acara sambutan selesai Misa ditutup dengan berkat dimana semua Pastor Konselebran memberikan tumpangan tangan  untuk berkat bagi semua peziarah yang mengikuti Misa Ziarah tersebut.

Perayaan Misa selesai, kemudian dilanjutkan makan bersama yang sudah disiapkan oleh panitia lokal. Selanjutnya semua peziarah menuju ke Motaain (perbatasan Indonesia-Timor Leste). Setelah foto-foto rombongan peziarah kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa kabar-sukacita. Kami semua mengucapkan sayonara Weliurai – Haliwen – Atambua, sayonara Motaain.

 Hari yang sangat melelahkan, namun sungguh sangat berkesan. Ziarah rohani ini sungguh membuat kami semakin mengasihi Bunda Maria dan mencintai Tuhan Yesus melalui tugas dan pelayanan kepada sesama yang menderita. Amin. (ma’Ros)

Pertemuan PR/APR

Senatus telah melaksanakan salah satu agenda kerja di bulan Mei yaitu  pertemuan Pemimpin Rohani dan Asisten Pemimpin Rohani. Acara tersebut dilangsungkan pada hari Kamis 23 Mei 2019 bertempat di salah satu ruang pertemuan Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Jalan Buring 60 Malang. PR dan APR yang hadir berjumlah 10 orang mereka berasal dari berbagai dewan dan presidium yang ada di kota Malang dan sekitarnya. Rm Emil sebagai Pemimpin Rohani Senatus memandu jalannya pertemuan dengan mengajak PR/APR untuk membagikan pengalaman bagaimana Pergumulan Rohani sebagai PR/APR ketika mendampingi dewan/presidium, dan juga bagaimana menyikapi pergumulan tersebut selama ini.
Dari sekian banyak sharring dapat disimpulkan bahwa kehadiran Legio Maria dengan keterbatasan dan kesederhanannya membawa sukacita dengan menghadirkan Kristus dalam setiap tugas kunjungannya.Sekalipun kadang menjadi beban moral karena dalam tugas kunjungannya Legioner tidak diperbolehkan membawa sesuatu dalam bentuk materi dan bagi PR/APR ketika menyiapkan alokusiojuga harus benar-benar mempelajari buku pegangan terlebih dulu yang memang pada kenyataannya bahasa di dalam buku pegangan sulit untuk di pahami. Harapannya agar revisi buku pegangan yang saat ini sedang dikerjakan dapat segera di selesaikan.

(Wiwik)

ACIES LEGIO MARIA KURIA MARIA ANGELORUM MALANG

Legioner yang tergabung pada Kuria Maria Angelorum Malang telah melaksanakan Acies pada hari Rabu, 1 Mei 2019. Acies di adakan bersamaan dengan perayaan ekaristi yang di pimpin oleh selebran utama RD Emanuel Wahyu Widodo dan konselebran RP Rikardus Salu, SMM serta RP Hyasintus Purnomo, O.Carm.Acara berlangsung dengan khidmat di gereja Katolik Paroki Maria diangkat Ke Surga, Malang dan di ikuti sekitar 200 legioner. Setelah misa selesai di lanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan dari legioner, untuk legione di aula  luar. 

Acies Dewan Regia Ratu Para Rasul, Semarang

Minggu 31 Maret 2019 telah dirayakan Misa Acies yang dipimpin oleh Mgr.Robertus Rubiyatmoko , didampingi oleh 2 romo paroki dan 2 romo pemimpin rohani. Dimulai pkl. 10.30, Misa Acies berlangsung dengan lancar dan kihmat, diikuti oleh kurang lebih 250 Legioner aktif dan auxilier, yang terdiri dari 17 presidium. Tepat Pkl. 13.00 Misa selesai dan dilanjutkan dengan foto bersama Bapa Uskup per pesidium dan Ramah tamah.
Demikian sekilas acara Misa Acies yang dapat kami laporkan.
Terimakasih, Ave Maria

💐

Aloysius gunadi

Komisium Maria Pengantara Segala Rahmat Paroki St Theresia Kefamenanu mengadakan ACIES

   Berkat bimbingan Tuhan dan Bunda Maria Panglima kita para legioner berkumpul sebagai bala tentara yang siap sedia bertempur.Seorang Legioner siap bertempur melawan berbagai bentuk kejahatan  yang ada dan siap untuk memperbaharui janji kepada Bunda Panglima Maria Ratu Legio, dan untuk menimba kekuatan dan berkat dari Maria sebagai bekal untuk pertempuran selama setahun mendatang.Demikian lantunan kata-kata  pembuka sekertaris II komisium untuk mengawali kegiatan Acies sabtu 23 Maret 2019 lalu di Gereja St Theresia Kefamenanu.

     Kegiatan ini diawali dengan ceramah yang di bawakan oleh Perwira senior Angela Ruing.Dikatakan bahwa  sebagai seorang prajurit  Maria harus mengambil contoh dan teladan Panglima kita Bunda Maria, yaitu bersedia menerima kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan umat manusia “ Sesungguhnya Aku ini adalah hamba Tuhan jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 1.38).Bunda Maria pasrah dengan kehendak Allah, dan Maria siap melaksanakannya  sejak melahirkan dan mendampingi Putranya hingga wafat disalib.Selanjutnya disampaikan pula oleh Angela, sebagai seorang legioner wajib pula  melaksanakan pesan Kristus “Pergilah dan wartakanlah”. Sebagai seorang saksi Kristus hidup dalam kasih dan rukun selalu.

     Acara ucap janji ini dilaksankan pula dalam perayaan ekaristi kudus yang dipimpin oleh pembimbing rohani komisium Rm Djanu Mau Kura,Pr. Dengan didasari oleh bacaan suci dari nubuat Mikha 7:14-15,18-20 dan injil Lukas 15:1-3-11-32 disampaikan bahwa menjadi legioner dizaman ini sangat sulit karena dihadapi dengan berbagai macam tantangan.

Oleh karena itu kita yang bersedia memperbaharui diri dengan mengucapkan janji “AKU ADALAH MILIKMU,YA RATU DAN BUNDAKU DAN SEGALA MILIKKU ADALAH KEPUNYAANMU” adalah orang-orang terpilih. Namun kita harus terus belajar dengan mencotohi teladan Bunda agar tidak hilang sebagaimana yang dibahasakan dalam kitab suci.Dalam penutup homili disampaikan bahwa Jadilah putra – putri Maria yang rendah hati, dan terus berjalan bila berada dalam kebenaran.

     Kegiatan acies ini diikuti oleh seluruh anggota presidium tergabung dalam komisium,Kuria Berduka Cita,Kuria Bunda Allah  Paroki Tunbaba,dan semua presidium dari paroki Maubesi.

Kegiatan ini diakhiri dengan santap siang bersama dan sayonara.(yakobus nggorong, sekr II komisium). “

Download Here

ACIES KURIA MARIA MENERIMA KABAR GEMBIRA MADURA

Kuria Maria Menerima Kabar Gembira Madura, Kamis,  7 Maret 2019 Mengadakan acara Kongres Legio untuk pertama kalinya. Dalam kongres materi diisi oleh RD. F. B.  Deddy Sulistya N,  selaku pemimpin rohani. Seusai kongres dilanjutkan dengan Misa Acies yg dipersembahkan oleh Rm. Deddy dari Pamekasan bersama Rm.  Pudji dari Paroki Sumenep.

ACIES LEGIO MARIA SENATUS SINAR BUNDA KARMEL MALANG

Senatus Sinar Bunda Karmel Malang telah menyelenggarakan Acies di dalam misa kudus.Acara di laksanakan pada tanggal 7 Maret 2019 bertempat di paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen, Malang. Misa di persembahkan oleh RP Yoseph Utus, O.Carm dan RP Andreas Era,O.Carm. Peserta adalah legioner dari beberapa presidium yang tergabung langsung ke Senatus Malang. Setelah pembaharuan janji dan misa selesai, di lanjutkan dengan ramah tamah dan saling menyapa antar legioner. ( Wiwik )

KONFERENSI REGIONAL III LEGIO MARIA KAUM MUDA REGIA MARIA DIANGKAT KE SURGA KUPANG DI LA’AT MANEKAN SVD NOEMETO – TTU, 16-18 DESEMBER 2018

Kegiatan Konferensi Regional III Legio Maria Kaum Muda Regia Maria Diangkat Ke Surga Kupang dilaksanakan sesuai Program Kerja Regia Kupang Tahun 2018 dan sebagai tindak lanjut dari kegiatan Konferensi Nasional Kaum Muda lV yang diselenggarakan oleh Senatus Sinar Bunda Karmel Malang pada tanggal 26-28 Oktober 2018 di Wisma Duta Wacana dan Melcosh Sanjaya Edu Park Kaliurang Daerah Istimewa Yogyakarta.

Konferensi Regional Legio Maria Kaum Muda Regia Kupang dilaksanakan di La’at Manekan SVD Noemeto – Timor Tengah Utara (TTU) ini adalah merupakan Konferensi yang diselenggarakan oleh Regia Kupang untuk ketiga kalinya yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali. Konferensi I dilaksanakan di Biara Susteran SSpS Bello – Kupang pada tanggal 29-30 Oktober 2012 yang dihadiri oleh Sdr. A.Y. Surono sebagai Ketua Dewan Senatus Sinar Bunda Karmel Malang saat itu yang dihadiri anak muda sebanyak 60 peserta, pada Konferensi II dilaksanakan pada tanggal 18-20 Desember 2015 di Wisma Oemathonis Susteran CB Camplong karena pesertanya sedikit yaitu 25 orang anak muda dan 7 orang pendamping, sehingga pemateri hanya para Pastor Pemimpin Rohani yang aktif mendampingi Presidium-Presidium Yunior. Kali ini saat Konferensi III yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Desember 2018, jumlah pesertanya sangat banyak yaitu sebanyak 829 orang kaum muda asuhan Regia Kupang. Perwira Dewan Senatus Malang yang hadir yaitu Ketua Senatus Malang Sdri. Hotmaida Sidauruk.

Konferensi Kaum Muda ini sebagai sarana pemersatu bagi legioner muda karena legioner muda dipanggil untuk menjadi rasul Bunda Maria serta legioner muda sebagai generasi penerus masa depan Gereja dipanggil untuk mengemban tugas perutusan, mengambil bagian dalam tugas perutusan dan siap menerima segala tantangan dan cobaan serta mewartakan Injil di tengah umat, keluarga dan masyarakat dengan penuh sukacita. Tujuan diselenggarakan Konferensi ini selain memotivasi anak muda juga untuk mempertemukan dan mempersatukan seluruh legioner kaum muda pada wilayah kerja Regia Kupang. Dengan harapan kaum muda dapat bertukar pengalaman dalam merasul dan memiliki semangat yang berkobar-kobar untuk meluaskan Kerajaan Allah melalui pelayanan yang penuh kasih kepada sesama. Selain itu diharapkan juga dapat menghidupkan kebersamaan antar legioner kaum muda di masing-masing Kuria maupun Presidium sehingga dapat tercapai apa yang menjadi tujuan utama Legio Maria.

Tema Konferensi Regional Kaum Muda kali ini adalah : “MEWARTAKAN KABAR SUKACITA INJIL BAGI LEGIONER MUDA”. Para Legioner diajak untuk mengikut penyajian materi dengan kegiatan seminar, mengikuti outbond di sekitar biara SVD tersebut dan malam keakraban dengan menampilkan kesenian daerah masing-masing baik tarian maupun lagu serta melakukan ekskursi ke perbatasan Oekusi-Timor Leste. Keunikan dari seluruh rangkaian acara Konferensi tersebut adalah konsumsi disiapkan oleh saudara-saudari Legioner Senior dari Kuria-Kuria baik dari dalam kota maupun dari luar kota Kefamenanu asuhan dari Komisium Perawan yang Amat Bijaksana dan Komisium Maria Pengantara Segala Rahmat yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Konferensi Kaum Muda yang secara bergiliran memasak di dapur biara tersebut. Salut dan kompak habis…

Adapun rangkaian acara Konferensi Regional III Legio Maria Kaum Muda sebagai berikut :

 

Hari I, 16 Desember 2018 :

Para peserta tiba di tempat kegiatan sejak jam 12.00-16.00 Wita diterima oleh panitia lokal. Khusus untuk Ketua Senatus Malang, Pemimpin Rohani dan perwira Regia Kupang, mengikuti prosesi penyambutan tamu secara adat Timor yang disebut Takanab yang disampaikan oleh salah seorang Legioner muda dari Kuria asuhan Komisium Maria Pengantara Segala Rahmat Kefamenanu. Setelah prosesi penyambutan Ketua Senatus dan perwira Regia Kupang dilanjutkan dengan arak-arakan menuju La’at Manekan SVD Noemeto yang jaraknya sekitar 200 m dengan tarian adat dan pengalungan selendang kepada Sdri. Hotmaida Sidauruk dan para pastor Pemimpin Rohani serta perwira Regia Kupang. Setelah itu para perwira dan Pemimpin Rohani menuju penginapan masing-masing untuk mempersiapkan diri mengikuti Misa Pembukaan Konferensi. Misa Konselebrantes dengan Selebran utama RP. John Lewar, SVD. Setelah misa dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Panitia, Ketua Regia, Pemimpin Rohani dan terakhir oleh Ketua Senatus yang membuka secara resmi kegiatan Konferensi Regional III tersebut.  Selanjutnya acara makan malam bersama dan dilanjutkan dengan penyajian materi I oleh sdri. Hotmaida Sidauruk dengan judul Sukacita Legioner Kaum Muda. Setelah penyajian materi dilanjutkan doa malam dan istirahat.

 

Hari II, 17 Desember 2018 Seminar Sehari

Materi II         :  Injil dan Legioner Kaum Muda oleh RD. Yohanes Kartiba

Materi III       :  Anak Muda Jaman Now oleh RD. Djanuarius Mau Kura

Materi IV       :  Panggilan sebagai Legioner melalui Spiritualitas Legio Maria oleh RP. John

Lewar, SVD

Setelah penyajian materi dari para Pastor selesai dilanjutkan dengan Malam Keakraban dimana para peserta dari presidium-presidium Yunior mengisi acara dengan lagu dan tarian yang meriah. Selesai acara malam keakraban dilanjutkan dengan doa malam dan istirahat.

 

Hari III, 18 Desember 2018 :

Konferensi Regional III Legio Maria Kaum Muda Regia Kupang menghasilkan rekomendasi sebagai berikut :

  1. Legioner muda supaya tetap mewartakan kabar sukacita Injil bagi kaum muda dimana saja berada
  2. Diharapkan di setiap Paroki memiliki beberapa Presidium Yunior dan Kuria Yunior
  3. Konferensi Regional IV Legio Maria Kaum Muda tahun 2021 akan dilaksanakan di Kabupaten Belu, dipercayakan kepada Komisium Virgo Virginum Nela dan Komisium Ratu Para Bangsa Tukuneno

 

Setelah pembacaan rekomendasi dilanjutkan dengan penyampaian profil Legio Maria oleh Ketua Senatus Malang dan diakhiri dengan Misa perutusan secara Konselebrantes oleh 4 (empat) Pastor dengan selebran utama RP. John Lewar, SVD pada jam 09.00 Wita dilanjutkan dengan ekskursi dengan melakukan perjalanan ke daerah perbatasan Oekusi – Timor Leste dengan waktu tempuh 1,5 jam. Tiba di Pantai Wini santap siang bersama, setelah itu ke perbatasan Oekusi Timor Leste. Betapa menyenangkan bersama anak muda. Begitu cerianya mereka menikmati indahnya panorama Pantai Wini dan pintu gerbang Oekusi. Ave Maria ……. Maria Ave.  (ma’ros)