KURIA MARIA ANGELORUM MALANG

Kuria Maria Agelorum Malang telah menyelenggarakan Kongres ke-3 dengan mengambil tema “Keberatan-keberatan Yang Mungkin di Antisipasi”. Tema  tersebut sesuai dengan buku pegangan bab 32.Kongres di ikuti oleh 90 peserta yaitu legioner yang tergabung pada Kuria Maria Angelorum Malang. Acar diawali dengan misa kudus di kapel Seminari Montfort Pondok Kebijaksanaan, Jalan Joyoagung 100 Malang dilanjutkan dengan kongres di aula.Kongres berjalan dengan baik, dengan peserta yang antusias untuk bersama-sama membahas materi yang telah disampaikan. RP Marchadius Golo SMM, sebagai Pemimpin Rohani memberikan pengantar tema tersebut, sehingga peserta dapat lebih memahami tema kongres kali ini.
Dalam sesi diskusi peserta diberi kesempatan untuk saling mengemukakan pendapatnya dalam menjawab beberapa pertanyaan, lalu hasilnya di presentasikan. Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan tanya jawab seputar Legio Maria, dan Kongres akan di selenggarakan lagi 2 tahun mendatang dengan tema yang berbeda.
(wiwik)

KURIA RATU PARA RASUL BALI

Pembinaan terhadap perwira presidium dan perwira Kuria Ratu Para Rasul serta Pra Kuria Ratu Para Malaikat telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2019 bertempat di Gereja St Fransiskus Xaverius Kuta, Bali. Pembinaan diberikan oleh Ketua Senatus Malang, Sdri Hotmaida S. mengambil tema Kepemimpinan, Pengelolaan Dewan dan Sistem Legio Maria. Pembinaan diikuti oleh sekitar 70 peserta yang dengan antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir.
Pada keesokan harinya pertemuan di lanjutkan dengan supervisi dalam rapat Kuria Ratu Para Rasul.  Visitasi oleh Sdri Hotmaida dan Sdri Wiwik. Sedangkan Pra Kuria Ratu Para Malaikat akan menyelenggarakan rapatnya pada Minggu ke-3 dalam bulan.
Untuk Pra Kuria Ratu Para Malaikat yang merupakan perluasan dari Kuria Ratu Para Rasul Senatus menyampaikan bahwasannya Senatus akan hadir dalam rapat  bulan Oktober 2019 yang akan datang dan meresmikan Pra Kuria tersebut. (Wiwik)

ZIARAH AKBAR LEGIO MARIA KE GUA MARIA WELIURAI – HALIWEN – ATAMBUA

Pengalaman terbaru untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan di Tanah Belu terjadi pada Ziarah Akbar di Gua Maria Weliurai – Haliwen – Atambua Kabupaten Belu pada tanggal 29-30 Mei 2019 beberapa hari yang lalu.

Sudah hampir 22 tahun penyelenggaraan Ziarah Akbar Regia Kupang dimulai sejak tahun 1997 yang saat itu masih berstatus Komisium Kupang sudah menyelenggarakan Ziarah Akbar Legio Maria di Dili Timor-Timur saat itu jumlah peziarah 300 orang dan sejak saat itu menjadi program tahunan. Namun seiring bertambahnya anggota dan dengan pertimbangan akan menjadi beban yang sangat besar bagi Dewan Komisium yang menjadi tuan rumah, maka sejak tahun 2015 saat Ziarah Akbar di Gua Maria Noemeto Kefamenanu akhirnya disepakati Ziarah Akbar dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Sudah terealisir dengan Ziarah Akbar di Gua Maria Lourdes Tubaki Betun Malaka 2 tahun lalu dan saat ini kita berziarah di tempat ini dengan jumlah peziarah bersama umat Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen sekitar 10.000 orang serta merayakan pesta Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus putera Bunda Maria Panglima kita.

Data anggota Legio Maria seluruhnya untuk 3 wilayah Keuskupan sebanyak 15.218 orang, namun karena berbagai halangan makanya tidak semua bisa ikut ziarah kali ini, walaupun 2 tahun lalu jumlah peziarah 15.000 orang yang ikut ziarah bersama umat di Gua Maria Tubaki-Betun Kabupaten Malaka.

Apa makna ziarah dan pentingnya dalam menunjang penghayatan hidup iman kita ? Banyak dan sering dalam praktek ziarah umat Katolik hanya terhenti pada devosi dan melupakan tujuan yang sebenarnya yaitu Yesus yang merupakan tujuan akhir dari bentuk devosi dan perziarahan hidup manusia. Fenomena yang berkembang saat ini adalah ziarah menjadi suatu trend dan sekedar tour wisata. Dampaknya mendorong Gereja paroki untuk berlomba membuka tempat ziarah baru. Disisi lain mendorong biro perjalanan untuk menawarkan ziarah rohani ketempat suci baik, didalam maupun ke luar negeri.

Ziarah yang dilakukan merupakan bentuk ungkapan penghayatan iman. Ziarah tidak menunjukkan apakah seseorang itu lebih Katolik daripada yang lain, sebab ukuran menjadi murid Kristus adalah mengamalkan ajaran cinta kasih. Dengan berziarah manusia bisa mengungkapkan iman melalui penghormatan dan pujian kepada Bunda Maria, meskipun ada beberapa bentuk devosi yang lain misalnya; Novena, doa rosario, Litani, dsb. Tidak dipungkiri umat bahwa tempat ziarah menjadi alternatif lain yang cocok untuk berkomunikasi melalui doa. Semakin sering suatu tempat dijadikan tempat doa, semakin suasana damai dan tenteram terasa.

Kegiatan Ziarah Akbar ini tidak untuk mencari sensasi, tidak untuk memegahkan diri supaya dilihat dan dipuji orang, tetapi semata-mata ingin menunjukkan betapa dahsyatNya Tuhan kita lewat penghormatan kita kepada Bunda Maria Ratu dan Panglima Legio Maria. Kami sebagai prajuritnya wajib untuk mengenalkan kepada dunia bahwa begitu besar karya Tuhan dalam diri Bunda Maria….jadi tujuan utama Ziarah Akbar ini adalah untuk Memuji dan Memuliakan nama Tuhan…

Tahun ini mengusung tema “Bersama Bunda Maria kita sukseskan Konferensi Nasional Legio Maria Senatus Sinar Bunda Karmel Malang di Kupang” semoga dibawah bimbingan Bunda Maria penyelenggaraan Konfernas dapat berjalan dengan sukses. Selain itu para Legioner dalam melaksanakan tugas-tugas dan karya kerasulan senantiasa merangkul dan terus menjaring anggota-anggota baru terutama bagi para Dewan untuk melibatkan kaum muda dalam mengorganisir Dewan asuhan, sehingga kaum muda kita belajar untuk menjadi pemimpin masa depan.

Apa peranan para anggota Legio Maria di tengah masyarakat dengan segala permasalahan sosial yang ada sekarang ini? Tugas dan karya kami para Legioner tidak saja doa dan karya, tetapi sebagai anggota Legio Maria yang adalah juga bagian dari masyarakat, kami tidak menutup mata melihat masalah2 sosial. Sejak tahun 2015 Regia Kupang sudah menyelenggarakan Sosialisasi tentang berbagai hal seperti Masalah HIV/AIDS, Narkoba dan Human Trafficking, namun ternyata masalah tersebut tetap hangat sampai saat ini bahkan jumlahnya terus meningkat. Peran anggota LM di tengah masyarakat dengan segala permasalahan sosial yang ada sekarang ini yaitu berjuang memerangi problem sosial kemasyarakatan tersebut. Legio Maria selama ini tidak berjalan sendiri tetapi selalu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Program prioritas selanjutnya adalah kepedulian Legio Maria pada kelompok disabilitas atau difabel dan para warga binaan dan anak-anak panti asuhan yang selama ini menjadi tujuan kami melayani. Rasa kepedulian kami terhadap para warga binaan terealisir dengan penandatanganan MoU dengan pihak Kepala Kemenkumham NTT pada 30 Oktober 2018 yang lalu dimana mereka percayakan sepenuhnya pembinaan diserahkan pada Legio Maria.

Harapan kami dari Regia Kupang, mudah-mudahan setelah selesainya Ziarah Akbar ini, maka semakin bertambah jumlah anggota Legio Maria terutama dari simpatisan dan umat yang hadir dalam Ziarah ini.

Besar harapan kami bagi umat dari Paroki St. Yohanes Pemandi dan umat dari Paroki-pihak lain yang turut hadir dalam perayaan puncak Ziarah Akbar ini, supaya jeli dan tanggap atas kunjungan Legio Maria se-Regia Kupang ke ternpat ini; Tidak karena kebetulan tetapi ini rencana Tuhan. Terimalah tawaran cinta Tuhan ini untuk menjadi Rasul awam untuk melakukan karya-karya kerasulan demi kemuiiaan Tuhan dan keselamatan jiwa jiwa, melalui DOA dan KARYA.

Semoga dengan perjalanan ziarah kita ini, kita dapat memaknainya sebagai suatu perjalanan iman kita para Legioner agar :

  • kita semakin mencintai Panglima kita Maria.
  • kita semakin mencintai PuteraNya Yesus Kristus
  • kita semakin mencintai sesama kita melalui tugas pelayanan kita
  • kita semakin rendah hati dan bijaksana dalam mengorganisir organisasi kerasulan ini

Semoga ke depannya Gua Maria Weliurai – Haliwen ini sebagai salah satu destinasi wisata rohani di daratan Timor ini. Semoga ada wadah semacam biro perjalanan untuk paket wisata rohani dengan mengunjungi tempat-tempat Kudus di daratan Timor ini.  Banyak tempat wisata rohani di daratan Timor ini antara lain Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo, Gua Maria Panmolo, Gua Maria OeEkam, Gua Maria Niki-Niki, Gua Maria Bitauni – Kiupukan, Gua Maria Lahurus, Gua Maria Laktutus dan Gua Maria Tubaki – Betun dan terakhir Gua Maria Atapupu.

Tinggal bagaimana kita sebagai umat dan unsur Pemerintah bekerjasama untuk menata dan merawatnya dengan baik, niscaya kita tidak perlu jauh-jauh ke Jawa untuk mengunjungi 9 Gua Maria atau bagi kita umat atau Legioner yang ekonominya pas-pasan tidak perlu wisata rohani luar negeri yaitu paket wisata ke Yerusalem, Fatima atau ke Lourdes karena membutuhkan biaya besar. Karena di tempat ini juga sama seperti di daerah lain karena Bunda Maria yang sama yaitu Bunda Maria ibu Tuhan kita. Makna dibalik itu semua bahwa para Legioner rindu untuk mengunjungi Gua-Gua Maria di daratan Timor ini selain menjalin persahabatan dari para Legioner untuk semua Dewan.

Hari Rabu, 29 Mei 2019

Sekitar pukul 05.30  Wita sudah berjejer 16 (enam belas) mobil pribadi dan 12 (dua belas) bis  yang berisi peziarah dari Kuria-kuria dan Presidia Tergabung dari Kota Kupang. Tepat pukul 07.00 Wita setelah berdoa Ratu Surga dan berkat perjalanan dari RP. Dagobertus Sota Ringgi (Pemimpin Rohani Regia Kupang), semua peziarah berarak menuju menuju ke SoE. Urutan mobil rombongan peziarah terdiri dari : Paling depan mobil Forader (POLDA NTT), kemudian diikuti mobil Pemimpin Rohani Regia dan Kuria-Kuria Kota Kupang, mobil Ketua Regia diikuti mobil pribadi dari para perwira Kuria dan Presidium, selanjutnya diikuti bis dari Kuria-Kuria dalam Kota Kupang.  Tiba di Noelbaki, rombongan bergabung dengan Komisium Maria Immaculata yang terdiri dari 5 (lima) bis dan 1 (satu) mobil pribadi. Rombongan terus berarak menuju Camplong sebagai tempat perhentian pertama menjemput rombongan peziarah Camplong.

Selanjutnya rombongan peziarah menuju SoE dan tiba di Paroki Mater Dolorosa SoE wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sekitar jam 09.30 WITA untuk menjemput peziarah dari Komisium Mater Dolorosa SoE. Rombongan terus bergerak ke timur menuju kota Kefamenanu (Kabupaten Timor Tengah Utara) tiba jam 12.00 Wita. Disini seluruh peziarah makan siang di pelataran Gereja Sta. Theresia Kefamenanu. Tepat jam 13.30 WITA rombongan peziarah bergerak menuju Halilulik Kabupaten Belu sekaligus bersama-sama peziarah dari Komisium Maria Fatima Betun memasuki Kota Atambua menuju lokasi ziarah. Tiba di Kota Atambua sekitar jam 15.15 WITA rombongan terus bergerak menuju Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen dan tiba jam 15.30 WITA. Sesuai kesepakatan dalam rapat Regia rombongan dari Nela dan Tukuneno berangkat duluan sehingga tiba di Haliwen lebih awal dari rombongan Kupang.

Rombongan peziarah Regia Kupang dijemput dengan tarian Likurai yang dibawakan oleh legioner dari Presidium Yunior. Acara penjemputan tersebut sangat luar biasa. Setelah pengalungan selendang kepada para Pemimpin Rohani dan perwira Regia, selanjutnya seluruh rombongan menuju ke tenda dengan nama masing-masing Komisium dan Kuria untuk tempat penginapan. Panitia sudah menyiapkan tenda untuk tempat beristirahat para peziarah walaupun beralaskan tikar.

Selanjutnya semua peziarah dihimbau untuk beristirahat sejenak sebelum mengikuti Doa Tessera dan Renungan Malam. Tepat jam 18.00 WITA Doa Ratu Surga bersama yang dipimpin oleh Sdri. Ketua Regia dan selanjutnya semua peziarah diarahkan menuju gereja lama untuk berdoa Tessera yang dipimpin oleh Sdri. Ketua Regia, Catena berlagu dibawakan oleh Sdri. Bendahara 2 Regia selanjutnya diakhiri dengan Doa Penutup dari Tessera yang dibawakan oleh Sdri. Ketua Regia.

Setelah itu semua peziarah mendengar renungan yang dibawakan oleh RD. Paulus Nahak (Pemimpin Rohani Komisium Regina Angelorum Atambua). Walaupun letih, lelah kami semua tetap semangat sampai renungan berakhir.

Setelah acara renungan selesai dilanjutkan dengan Tuguran/Adorasi semalam suntuk yang dimulai tepat pukul 20.00 WITA dari oleh Regia Kupang bersama Presidium Tergabung. Setiap 1 jam dewan Komisium maupun Kuria mendapat giliran adorasi sampai tepat pukul 06.00 WITA berakhir dengan Doa Ratu Surga.

Hari Kamis, 30 Mei 2019

Tepat pukul 06.00 WITA Adorasi selesai. Suasana pagi yang dingin tetap membuat kami semangat. Selanjutnya kami kembali ke penginapan masing-masing untuk sarapan dan persiapan perarakan menuju Gua Maria Weliurai. Tepat jam 07.00 Wita perarakan para peziarah dimulai dengan doa dan diiringi lagu-lagu Maria. Tempat perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Atambua bersama para Pastor Konselebran yang berjumlah 17 (tujuh belas) orang. Terasa sangat meriah. Diperkirakan simpatisan yang hadir bersama peziarah hampir 1500-an orang. Jumlah peziarah dan simpatisan yang hadir seluruhnya 10.000 orang.

Selesai misa dilanjutkan dengan acara ramah-tamah yang didahului sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Ketua Regia Kupang dilanjutkan oleh Bupati Belu dan terakhir oleh Vikjen Keuskupan Atambua. Setelah acara sambutan selesai Misa ditutup dengan berkat dimana semua Pastor Konselebran memberikan tumpangan tangan  untuk berkat bagi semua peziarah yang mengikuti Misa Ziarah tersebut.

Perayaan Misa selesai, kemudian dilanjutkan makan bersama yang sudah disiapkan oleh panitia lokal. Selanjutnya semua peziarah menuju ke Motaain (perbatasan Indonesia-Timor Leste). Setelah foto-foto rombongan peziarah kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa kabar-sukacita. Kami semua mengucapkan sayonara Weliurai – Haliwen – Atambua, sayonara Motaain.

 Hari yang sangat melelahkan, namun sungguh sangat berkesan. Ziarah rohani ini sungguh membuat kami semakin mengasihi Bunda Maria dan mencintai Tuhan Yesus melalui tugas dan pelayanan kepada sesama yang menderita. Amin. (ma’Ros)

Pertemuan PR/APR

Senatus telah melaksanakan salah satu agenda kerja di bulan Mei yaitu  pertemuan Pemimpin Rohani dan Asisten Pemimpin Rohani. Acara tersebut dilangsungkan pada hari Kamis 23 Mei 2019 bertempat di salah satu ruang pertemuan Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Jalan Buring 60 Malang. PR dan APR yang hadir berjumlah 10 orang mereka berasal dari berbagai dewan dan presidium yang ada di kota Malang dan sekitarnya. Rm Emil sebagai Pemimpin Rohani Senatus memandu jalannya pertemuan dengan mengajak PR/APR untuk membagikan pengalaman bagaimana Pergumulan Rohani sebagai PR/APR ketika mendampingi dewan/presidium, dan juga bagaimana menyikapi pergumulan tersebut selama ini.
Dari sekian banyak sharring dapat disimpulkan bahwa kehadiran Legio Maria dengan keterbatasan dan kesederhanannya membawa sukacita dengan menghadirkan Kristus dalam setiap tugas kunjungannya.Sekalipun kadang menjadi beban moral karena dalam tugas kunjungannya Legioner tidak diperbolehkan membawa sesuatu dalam bentuk materi dan bagi PR/APR ketika menyiapkan alokusiojuga harus benar-benar mempelajari buku pegangan terlebih dulu yang memang pada kenyataannya bahasa di dalam buku pegangan sulit untuk di pahami. Harapannya agar revisi buku pegangan yang saat ini sedang dikerjakan dapat segera di selesaikan.

(Wiwik)

ACIES LEGIO MARIA KURIA MARIA ANGELORUM MALANG

Legioner yang tergabung pada Kuria Maria Angelorum Malang telah melaksanakan Acies pada hari Rabu, 1 Mei 2019. Acies di adakan bersamaan dengan perayaan ekaristi yang di pimpin oleh selebran utama RD Emanuel Wahyu Widodo dan konselebran RP Rikardus Salu, SMM serta RP Hyasintus Purnomo, O.Carm.Acara berlangsung dengan khidmat di gereja Katolik Paroki Maria diangkat Ke Surga, Malang dan di ikuti sekitar 200 legioner. Setelah misa selesai di lanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan dari legioner, untuk legione di aula  luar. 

Acies Dewan Regia Ratu Para Rasul, Semarang

Minggu 31 Maret 2019 telah dirayakan Misa Acies yang dipimpin oleh Mgr.Robertus Rubiyatmoko , didampingi oleh 2 romo paroki dan 2 romo pemimpin rohani. Dimulai pkl. 10.30, Misa Acies berlangsung dengan lancar dan kihmat, diikuti oleh kurang lebih 250 Legioner aktif dan auxilier, yang terdiri dari 17 presidium. Tepat Pkl. 13.00 Misa selesai dan dilanjutkan dengan foto bersama Bapa Uskup per pesidium dan Ramah tamah.
Demikian sekilas acara Misa Acies yang dapat kami laporkan.
Terimakasih, Ave Maria

💐

Aloysius gunadi